Blog

Demi Bola

Saya sedang merasa puas luar biasa. Pasalnya, sudah lama sekali, sejauh yang saya ingat, saya mampu mengkhatamkan satu pertandingan penuh laga yang dilakoni tim sepakbola favorit saya. Iya, di layar kaca tentu saja. Di akhir pekan kemarin saya berhasil menghabiskan sembilan puluh menit penuh melihat mereka berjibaku di tengah lapang meluluhlantahkan musuh bebuyutannya. Beberapa waktu yang banyak, saya memang kerap alfa dalam memberi dukungan maya. Jangankan satu laga penuh atau separuhnya, bahkan bisa dikatakan saya absen menonton di hampir seluruh laga yang mereka mainkan. Lanjutkan Membaca …

Most Commented

Posted on

Satu Tahun Yang Lalu

“Sudah pembukaan empat, Pak” perawat berusaha menjelaskan setelah berulang kali aku menanyakan kondisi istri yang saat ini sedang terbaring di unit gawat… Lanjutkan Membaca ...

Posted on

Anak Kecil Itu

Suatu hari, pagi datang dengan sebagaimana mestinya. Embun yang beberapa waktu sebelumnya berjatuhan, memberikan nuansa sejuk pada pagi, kini telah digantikan cahaya… Lanjutkan Membaca ...

Posted on

Menyesal (Belum) Kuliah

Kita hidup pada masa dimana eksistensi di dunia kerja tak melulu soal kompetensi. Anda akan menemukan banyak sekali contoh dimana seseorang yang… Lanjutkan Membaca ...

Akhir (Separuh) Perjalanan

Aku menatap kosong ke tengah taman yang lenggang. Di sana, di tengah taman itu, terdapat sebuah bangku tempat kami biasa bercengkerama, dalam rentang waktu satu-dua tahun terakhir satu persatu bangku telah kehilangan pemiliknya. Gelas-gelas yang biasanya berputar jauh, kini kembali lebih cepat. Akumulasi asap yang terkepul sudah menjadi sedemikian bias. Aku tersenyum. Rasa-rasanya baru kemarin taman ini ramai dengan tawa penghidupan. Sekarang semuanya berbeda. Aku bangkit berdiri. Menengok ke arah sana sekali lagi. Giliranku kali ini. Lanjutkan Membaca …

Teman Baru

Sedikit nasihat: Jika nanti suatu saat kamu mulai menyadari ada yang sesuatu yang berbeda di hubungan yang sedang kamu jalani, segeralah bertindak. Cari tahu dan lakukan sesuatu. Jangan terlalu lama diam. Jangan biarkan sedikit perbedaan itu menjalar menjadi sebuah masalah besar yang kamu tidak tahu apa dan bagaimana sampai akhirya ia rusak sempurna dan hilang saat kamu belum benar-benar siap merasakan kehilangan. Jika itu terjadi kemudian terimalah sakit hati yang menyebalkan. Lanjutkan Membaca …

Ayah Kerja Dulu, Ya

Sudah beberapa hari berlalu dan ternyata benar, yang paling menyebalkan dari kembali bekerja setelah libur cukup panjang bukan tentang bagaimana menghadapi rutinitas hidup yang membosankan. Untuk urusan itu aku sejauh ini, seperti bagaimana biasanya, bisa mengatasinya. Tapi yang sulit adalah ketika aku, seperti sekarang ini, merasa amat sangat kehilangan atas kebiasaan sesaat yang kulakukan ketika dalam masa-masa liburan: menghabiskan waktu bercanda bertiga dengan Si Jagoan juga bunda dengan perutnya yang semakin besar. Lanjutkan Membaca …

Tak Bisa Berdoa

Jam dinding berdetak menawarkan bunyi syahdu di tengah malam yang temaram. Dari kejauhan, sayup-sayup asma Tuhan menggema bersahutan. Di antara banyaknya makhluk Tuhan yang terjaga, di atas sajadah yang tak terlalu panjang seorang insan baru saja menggenapi malamnya yang terlambat. Ia menolehkan kanan-kirinya sebagai salam untuk dunia. Ia merapikan duduknya kemudian. Tangannya terangkat perlahan, menengadah, demi ritual yang jarang ia lakukan. Nafasnya terhela. Bersamaan dengan itu, segala yang pernah ia lakukan berkelebat bersama takut yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Nafasnya semakin terhela pelan. Lanjutkan Membaca …

Saya, Macet dan Terlambat

Di hampir setiap bulan Ramadhan, dari semenjak pertama kali saya bekerja, selalu ada perubahan jadwal jam kerja. Entah itu perubahan jam masukĀ  atau jam pulang yang lebih cepat. Dan tampaknya perubahan itu berlaku juga untuk banyak sekali perusahaan baik swasta maupun instansi pemerintahan. Pun dengan yang terjadi di Ramadhan tahun ini. Perubahan jam kerja terasa sedemikian nyata. Tandanya? Hari kedelapan belas di bulan Ramdhan tidak sekalipun saya telat. Dikurangi empat hari libur akhir pekan. Artinya empat belas hari berurutan saya tidak pernah telat barang sekali. Untuk saya pribadi ini sebuah pencapaian yang membanggakan. Lanjutkan Membaca …

Go to Top