Scroll to top

ditulis dari rumah. hari minggu, belum tidur setelah kerja bakti.

Bekerja dengan Teknologi

Harga enggak masalah, yang penting murah.

Andhikamppp • Penulis di sini

Tablet

Ipad Air 4
Ipad Air 4

Dibawa kemana-mana Fleksibel

Handphone

Xiaomi Poco X3 NFC
Xiaomi Poco X3 NFC

Baterainya awet!

Laptop

Macbook Air M1
Macbook Air M1

Kebeli juga akhirnya.

Saya dan Teknologi Gawai

Satu Melawan Dua.

Saya tak bisa menarik diri dari teknologi yang semakin pesat. Saya, secara sadar atau tidak, merasa terus ditarik ke dalamnya seolah setan teknologi memanggil nama saya lalu berucap: “Sini, kemari, berikan uangmu, kawan!”. Saya pernah, loh, hidup di masa saya mengganti perangkat genggam -baik ponsel ataupun tablet hanya berbilang bulan belaka. Selain karena sering hilang. Dulu, sih, gonta-ganti itu cuma sekadar tuntutan gaya. Sekarang? Huh, tentu berbeda.

Tablet? Sudah 6 tahun saya enggak pakai. Hape? Selama masih suka, sih, ya pakai yang ada aja dulu. Bahkan rekor tercipta. Saya menggunakan Huawei Nova 3i hampir tiga tahun. Hanya karena sering dibanting sama bocah yang membuat Nova 3i bukan lagi daily driver yang saya gunakan.

Tapi bagaimanapun, iya, saya tak bisa menjauhkan diri dari teknologi. Pertimbangan mobilitas di pekerjaan, aktivitas penunjang keseharian atau bahkan sekadar untuk hiburan yang menjadikan saya selalu dekat dengan setan bernama teknologi. Dan untuk menjawab kebutuhan tersebut, sekarang ini di rumah ada tiga ponsel, satu tablet dan dua laptop. Dan saya akan menceritakan sebagian saja yang paling sering menemani saya. Yang kini paling saya banggakan, saya sayang dengan segenap hati dan karena ya, mereka ini yang terakhir saya beli.

Ipad Air Gen 4th

Karena iPad bisa ini
dan itu.
Bahkan lebih.

Pekerjaan di luar kantor tak pernah terasa seringan ini.

Ipad adalah komputer tablet yang pertama kali saya miliki. Waktu itu saya sempat mencoba Ipad generasi pertama, kedua dan ketiga. Seri terakhir yang disebutkan tidak terlalu lama saya gunakan karena saya sempat selingkuh ke Samsung Galaxy Tab Note 10.1. Itulah, bapak, ibu. Kenapa selingkuh itu enggak baik. Pengalaman menggunakan ipad membuat saya tidak merasa terlalu nyaman menggunakan tablet android. Jadi, tablet android pertama dan terakhir itu pun hanya saya gunakan dalam hitungan minggu belaka.

Lalu kenapa akhirnya saya kembali menggunakan Ipad? Murni karena kebutuhan pekerjaan dan android tablet tidak menjadi sebuah pilihan.

Pekerjaan saya saat ini lebih banyak berkutat di urusan verifikasi dokumen dan tetek bengek lainnya yang ujung-ujungnya hanya sebatas memeriksa. Jika memeriksa dokumen di ponsel terlalu sulit karena kecil dan laptop terlalu berat untuk dibawa kemana-mana. Maka Ipad menjadi alternatif terbaik yang bisa saya gunakan.

Yang saya gunakan adalah Ipad Air 4 dengan kapasitas penyimpanan 256 GB. Alasan saya memilih Ipad Air generasi keempat ini sederhana saja: desainnya berbeda dengan seri Ipad yang pernah saya miliki sebelumnya. Dan masih memiliki touch ID.

Sudah beberapa kali saya ‘dinas’ dengan hanya membawa Ipad belaka. Dan, ya, luar biasa sih. Hanya dengan menambah pensil stylus dan case keyboard pihak ketiga saja segala keribetan yang biasa saya temukan setiap kali bekerja di luar kantor (dan di luar rumah) benar-benar teratasi. Anotasi dalam setiap dokumen yang harus diverifikasi? Catatan-catatan setiap kali melakukan audit? Gampang. Apalagi hanya untuk sekedar memeriksa kerjaan lewat email. Ketahanan baterainya. Dengan posisi awal di 100% selama 8 jam kerja atau lebih di pemakaian normal, saya tidak perlu ketakutan Ipad mati di tengah jalan.

Yang kemudian perlu diperhatikan juga adalah ketiadaan jack audio 3.5 mm. Tapi, ya bukan Apple namanya kalau tidak memaksa pengguna mengeluarkan uang lebih untuk membeli tambahan ini-itu atau malah keinginan menggenapi semua ekosistemnya.  Jadi, hei, Tim Cook. Ini uang saya.

Apple Pen Gen2

Big Screen 10.9 Inch

Magic Keyboard

A14 Bionic

5 Variasi Warna

Multitask

Xiaomi Poco X3 NFC

Semua
yang Kamu
butuhkan.

baterai besar, bentuk kamera yang unik dan tombol finger print di bagian samping, menjadi daya tarik khusus untuk saya

XIAOMI POCO X3 NFC

Ponsel android terakhir yang (Mungkin) saya gunakan

Sekarang saya menggunakan Xiaomi Poco X3 NFC. Alasannya? Saya perlu ponsel baru. Karena ponsel sebelumnya, Vivo Z1 Pro, saya hibahkan ke anak karena saya kalah taruhan dengannya. Lalu kenapa saya memilih X3? Karena desain kameranya unik, tombol finger print di samping dan saya punya Amazfit GTR plus Mi TV. Saya pikir jam-tv-ponsel Xiaomi bisa membentuk ekosistem yang bagus. Tapi ternyata tidak. Remote serba bisa yang dulu saya banggakan di Redmi Note 4 sekarang ini udah beda. Dan antara Amazfit-Poco? Ya gitu-gitu aja.

Tapi bukan berarti saya kecewa. Sudah lebih dari satu tahun pakai X3 dan ia memberikan pengalaman menarik, kok. Bahkan mungkin dari belasan jenis android yang saya coba X3 ini adalah yang paling worth to bargain. Sudahlah baterai jangan dibahas. 5160 MaH+Super Quick Charging, sih, lebih dari cukup untuk kita merasa aman menggunakan itu hape seharian. Gim? Lagi, saya bukan (lagi) pemain gim. Jika sebatas main Slam Dunk, CoDM, Golf Clash dan FIFA. Enggak ada hambatan sama sekali. Saya pernah mengusili teman pengguna Xiaomi: “Gue gak mau difoto pake Xiaomi, jelek!”. Dan hasil kualitas kamera X3 membuat saya bertobat, meminta maaf kepada para pengguna Xiaomi yang pernah saya ledek.

Karena kepuasan saya menggunakan X3 ini juga lah yang bikin saya merasa belum perlu untuk membeli Iphone guna melengkapi ekosistem Apple. Nanti, setelah X3 ini benar-benar tidak bisa digunakan? Mungkin.

Macbook Air M1

Kekuatan Dalam Wujud Ringan.

Bekerja dengan gaya.

Macbook Air M1

Harapan yang Tertunda

Tentu saja sudah lama sekali saya ingin memiliki Macbook. Kemampuannya? Enggak perlu diragukan. Gaya? Jelas. Nongkrong di warung bubur kacang ijo pake Macbook enggak akan malu-maluin. Setelah dulu sempat punya Iphone dan Ipad sekaligus, melengkapinya dengan Macbook jelas menjadi simbiosis ekosistem yang menyenangkan. Namun, pertimbangan saya waktu itu tidak membeli Mac karena satu hal saja: “enggak asyik buat main gim”.

Paling tidak, saat itu saya masih keranjingan masin PES dan FIFA. Macbook? Jelas bukan solusi.

Dan ketika akhirnya saya sekarang menggunakan Macbook? Ya, karena, jodoh! Secara kebetulan beberapa waktu yang lalu ada yang menawar laptop saya dengan harga, ya, lumayan lah. Karena saya sudah hampir tidak pernah bermain gim lagi. Tawaran itu saya pertimbangkan dengan matang. Lalu ditambah ada tawaran pekerjaan sampingan yang jika kemudian semuanya ditotal bisa saya gunakan untuk membeli Macbook dengan tambahan harga kurang dari dua juta saja. Dan jika nantinya saya kangen main gim. Lenovo Idepad Gaming 3i yang dititipkan perusahaan ke saya jauh lebih dari cukup untuk sekadar bermain gim bola saja.

Dan setelah menggunakan Macbook? Nyesel.

Kenapa enggak dari dulu saya paki Macbook. Memang baru sekitar satu bulan saya gunakan. Namun pengalaman penggunaannya. Aduhai, bikin betah dan bergairah. Kamu bisa melihat tulisan terakhir saya di blog ini kapan. Paling tidak, Mac membuat saya tertarik untuk kembali menulis demi balik modal mengembalikan mimpi yang sempat saya lupakan.

Jika di laptop sebelumnya saya harus siaga charger setiap 2-3 jam sekali. Bersama Macbook ini saya pernah nongkrong seharian di warung burjo tanpa charger. Bahkan roko dan isi di dalam dompet lebih cepat habisnya ketimbang baterai Macbook ini

CariSinyal.Com

Cara Mudah
Menemukan
Perangkat Idaman.

menyajikan berbagai informasi bermutu mengenai smartphone, laptop, aplikasi, game, dan berbagai informasi dari dunia teknologi lainnya.

Ada satu benang merah untuk ketiga perangkat yang sekarang ini sedang saya gunakan: Carisinyal.com

Untuk kamu yang sering menulis kata kunci ini di mesin pencarian: “Handphone terbaik harga xx juta” atau “Laptop terbaik tahun xx” atau “Tablet murah bagus” atau yang lainnya -terserah kalian menulis apa pasti tahu tentang Carisinyal. Iya, jago betul mereka ini selalu masuk di dalam daftar puncak pencarian untuk setiap kata kunci yang berkaitan dengan teknologi.

Sejak empat-lima tahun lalu, hampir semua perangkat teknologi yang saya miliki adalah hasil penelusuran di sana. Paling tidak, di sanalah awal saya melakukan pencarian sebelum nantinya saya melakukan pencarian lebih jauh lagi melalui video-video ulasan para pelaku teknologi. Paling tidak dari sanalah rencana anggaran saya siapkan. Dan paling tidak dari sanalah sebagian besar keputusan saya buat. Di sini juga tempat yang membuat saya seolah ‘jago’ setiap kali ada teman yang meminta rekomendasi barang tertentu di waktu tertentu di rentang tertentu.

Kamu? Kamu juga bisa mendapatkan kemudahan yang sama dengan yang saya terima jika kamu sering bermain ke sana.

Ingat tabloid fenomenal sepuluh – lima belas tahun lalu? Yang seringkali kita beli untuk bermimpi bermain teknologi. Seperti itu mungkin peran dan fungsi Carisinyal dewasa ini. Bedanya, sekarang ini bermain teknologi bukan lagi sekadar mimpi.

Dan di bawah ini adalah perwujudan dari sebagian mimpi-mimpi yang saya miliki.

1636306930507-01

Sumber gambar: Apple.com / Po.co.id / Dokumen Pribadi

Author avatar
andhikamppp
http://andhikamppp.com
Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

7 comments

  1. Gadget saat ini memang jadi senjata andalan yang sangat dibutuhkan. Apaagi spesifikasinya juga beneran luar biasa sih dengan harga yang terjangkau pula. Belum lagi selalu muncul tipe baru!
    Beneran bersaing diberbagai merek dan lini

  2. Yes, kita nggak bisa menarik diri dari teknologi ya kak.
    Aku pakai Redmi, saudaraan sama Xiaomi juga kan hahaha. Awalnya juga ragu sama hasil fotonya, tapi ternyata hasilnya memang bikin tercengang sih.
    Dulu waktu kerja pernah dipinjamkan Macbook. Itu pertama kalinya aku menyentuh laptop dengan harga fantastis.

  3. Kerennn.. dari handphone, tablet, dan laptop gak malu-maluin semua buat nongkrong di warung burjo (penasaran warungnya kayak apa).
    Iya ya, kalau dulu mantengin foto-foto gawai di tabloid, sekarang di Carisinyal aja. Semuanya soal gawai dan teknologi ada.

  4. Aku tuh sebenarnya tertarik sama cerita2 ini semua, kaya gimana sih. Tapi hal utama yg jadi pertimbangan ku selalu emak2 adalah selalu tentang harga. Kenapa mas ucha tidak menyematkan harga beli disini. Kan aku jadi bisa tau, kira2 aku bisa beli juga gak sih

    • ehehe maaf maaf kelewat.

      Aku list berdasarkan harga pas aku beli aja ya, sekarang sih pasti lebih murah.

      1. Poco X3 NFC = Rp 3.500.000
      2. Ipad Air 4 256 GB = Rp 11.200.000 belum termasuk asesoris-nya
      3. Macbook Air M1 256 GB = Rp 15.100.000

      Makan sekarang dua kali sehari pakai kecap.

  5. Kali ini aku merasa relate sama kak Ucha nih..
    Aku juga pecinta tablet, eh…ternyata laptop kita sama.
    ((aku sadarnya pas kak Ucha pasang status di WA sih.. terus kepo kan…aku zoom deh..hahha, terniat kan yaa..))

    Dan sejak kenal sama Carisinyal, andalan banget buat cari referensi gadget terkini.
    Mantap alat perangnya kak Ucha.

write your comment / request below