Tim Kerja Impian Gubernur Baru

oleh

Bapak Anies, Bang Sandi saya tahu ini baru beberapa hari semenjak Anda berdua menjabat. Dan tentu saja belum gajian, yang berarti, kalau paket data Anda berdua habis, masih harus menunggu sampai akhir bulan sampai paket data itu kembali diperpanjang. Tapi setelah beberapa hari kerja, Anda berdua sudah tahu, lah ya, password wifi di balai kota. Atau paling enggak, sekarang sudah tidak terlalu malu, kan, kalau harus ikut tethering dari senior-senior di balai kota? Nah, jikalau begitu, setelah mendapatkan wifi tebengan tentu Anda dapat membaca tulisan ini, tulisan yang saya buat akibat ulah salah satu pemuja Anda berdua yang menghalalkan segala cara untuk ikut membantu menyukseskan program-program yang sudah Anda, Bapak Anies dan Bang Sandi, buat. Termasuk salah satunya dengan cara membentuk tim kerja impian untuk Anda berdua.

Beliau adalah Wanda Syafii, seorang simpatisan Anies-Sandi yang sudah dan akan melakukan apa saja demi Anda berdua, termasuk memusuhi saya setengah mati hanya karena kemarin saya tidak memilih Anda. Ya gimana, KTP saya beda, Pak. Lain soal jika saya memiliki KTP ibukota. Permusuhan itu, tampaknya kian menjadi nyata.

Saya pikir beliau, Wanda Syafii itu, sudah mati. Lama betul saya tidak melihatnya berkeliaran di dunia tulis. Terakhir, jika saya tidak salah ingat, dia menulis tentang rasa irinya terhadap dunia buzzer, mencari uang di dunia digital dengan logika yang terkadang tidak masuk akal. Setelah itu? Beberapa karangan bunga dan doa-doa sempat saya pikirkan untuk ketenangan Bung Wanda di alam yang entah. Namun, luar biasanya, ketika Bapak Anies dan Bung Sandi resmi dilantik, beliau turun gunung. Menulis kembali. Ya, apalagi, kalau bukan demi Bapak sama Abang. Sedemikian cintanya beliau.

Pada tulisan tersebut, beliau merekomendasikan beberapa nama untuk tergabung ke dalam sebuah tim untuk membantu menyukseskan program kerja Bapak dengan Abang. Saya, sialnya, berada di antara salah satu nama yang beliau sebutkan. Saya keberatan, tentu saja. Oleh karena itu saya merasa perlu untuk membuat tulisan ini sekadar meluruskan bahwa nama-nama yang beliau usung ke dalam tim adalah sebuah omong kosong dan fana.

Pertama-tama ada Oky Maulana yang beliau sebut dapat menjadi tim yang baik untuk Bapak dan Abang. Oky ini, yang biasanya beliau sebut dengan panggilan ‘sayang’, adalah seorang yang amat kekinian. Bagaimana tidak, Oky adalah sosok yang amat memperhatikan penampilan. Pegiat Out of Topic, Dude sekali Oky ini atau dalam universe yang berbeda anak instagram menuliskannya dengan tagar #OOTD. Selain itu dia sedang berada di jalan untuk menjadi seorang jutawan. Ya, tentu saja dengan cara berjualan. Bisa dilihat dengan caranya berpromosi di hampir semua lini, ada saja segala cara yang bisa dia lakukan untuk mengharap bati. “Hai, sudah coba Mango Sticky?” kata Oky.

Kedekatannya dengan beberapa artis ternama ibukota seperti Raisa, Isyana, Tatjana Saphira, Mulan Jameela, sampai dengan Suzana adalah sebuah nilai tambah untuk dapat mencari celah. Kemudian, tentu saja hal ini dapat digunakan sebagai potensi untuk merambah ke segala arah sampai akhirnya menghasilkan hal-hal yang barokah. Oky, tidak salah lagi, adalah orang yang tepat.

Tapi sayangnya, menjadi bagian dari tim Abang dan Bapak hanya mengecilkan potensi Oky belaka. Ibukota terlalu kecil untuk Oky. Dia kini sedang berekspansi, jika tidak menjadi bagian dari tim Bapak dan Abang, bukan tidak mungkin beberapa tahun lagi, makan siang muda-mudi akan selalu Mango Sticky. Jadi saya rasa, tidak perlulah Bapak dan Abang mengajak Oky. Biarkan ia hidup dalam kekayaan yang sudah tampak di depan mata. Kecuali, di setiap acara Bapak Abang mau pesen #bekaldarinyokap Oky sebagai konsumsi, sih, lain soal.

Kemudian Fandhy muncul ke haribaan setelah disebutkan oleh beliau untuk menjadi tim kerja Bapak dan Abang. Nama lengkapnya Fandhy Ahmad Romadhon. Meski terkadang menjadi Fandy atau Vandy, tergantung dimana ia anda temui. Kemampuan Fandhy atau Fandy atau Vandy dalam merangkai kata sangat pas untuk kebiasaan Bapak beretorika. Sekiranya saya tidak salah ingat, Bapak pernah menghimbau banyak sekolah untuk menggerakan literasi, dipadukan dengan kemampuan Fandhy atau Fandy atau Vandy berfantasi dalam puisi tentu menjadi kombinasi yang serasi.

Untuk efektivitas kata, selanjutnya saya menyebut Fandy saja,

Sekiranya nanti Bapak Anies sedang bertugas jauh dan Bang Sandi diharuskan untuk berpidato, memiliki Fandy di dalam tim Anda berdua tentu adalah sebuah keuntungan besar. Naskah pidato yang ditulis Fandy nantinya dapat membuat Bang Sandi memiliki kemampuan berbahasa yang baik dalam berpidato. Melebihi Bapak Anies malah. Bayangkan ketika Bang Sandi diminta untuk berpidato tentang populasi warga ibukota yang bhineka, pastilah nantinya akan begini pidato abang:

“Kehidupan di dunia ini akan terasa berbeda jika tanpa manusia. Populasi manusia tersebar secara acak di berbagai belahan dunia. Tersebar ke segala penjuru, dari sudut ujung Semenanjung Siberia sampai ke tepian Semenanjung Iberia, dari ujung Kutub Utara sampai ke seberang selatan Benua Antartika, tercecer segala jenis manusia yang terbagi dalam berbagai macam suku bangsa, ras, agama, dan bahasa. Semua hidup bersama, dengan satu tarikan nafas yang sama, di bawah langit yang sama, di Bumi yang sama, dengan sebuah tanda tanya yang sama.”

Beuh, tepuk tangan yang meriah dari khalayak pasti bisa Abang dapatkan. Meski, ya, setelah itu sebagian besar menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Dan Fandy, yang perlu Bapak Abang ketahui, adalah Wikipedia model baru. Satu Fandy mewakili semua informasi yang ada di seluruh penjuru negeri. Maksud saya, untuk mencari informasi, Bapak Abang tidak perlu membuang waktu memperhatikan banyak sekali berita. Mengikuti satu akun Fandy, semuanya tersedia. Sampai di sini saya sepakat dengan keputusan beliau memasukan nama Fandy. Namun, mengambil Fandy memiliki resiko yang teramat besar untuk masa depan umat. Sekali saja Fandy berhenti bekerja, entah apa jadinya roda ekonomi bangsa ini. Kalau Fandy tidak ada, keberadaan uang dengan sendirinya akan punah, Bapak Abang. Sepenting itu lah tugas Fandy saat ini sebagai tukang cetak uang Negara. Jadi, Bapak Abang, silakan lah memilih.

Sumber gambar: Theydrawnandtravel.com

Yang paling mengherankan adalah ketika nama Yosfiqar Iqbal beliau sodorkan kepada Bapak dan Abang. Sebuah bentuk nepotisme yang halus. Saya pikir keputusan ini murni akibat sebelumnya beliau memasukkan nama Oky untuk tim Bapak Abang. Sehingga, mau tidak mau, beliau juga harus menyebutkan nama Iqbal. Kisah cinta antara ketiganya memang cukup rumit. Sekadar logika tidak cukup untuk menjelaskannya.

Maksud saya begini, bagaimana mungkin nama Iqbal masuk ke dalam daftar rekomendasi tim kerja impian. Beliau betul ketika mengatakan Iqbal adalah orang yang paling berteriak girang ketika Bapak dan Abang dinyatakan menang. Tapi beliau salah ketika menyebutkan Iqbal pandai menggiring opini publik. Memang tidak sedikit orang yang mengamini untuk setiap opini yang Iqbal sampaikan. Setuju? Belum tentu, yang pernah saya teliti, sebagian mereka mengamini atas dasar kasihan belaka, sebagian yang lain hanya karena malas memperpanjang bahasan dan sebagian yang lain, yang merupakan porsi paling besar mengamini hanya karena tidak peduli. Sama sekali tidak peduli dengan setiap detail yang disampaikan oleh Iqbal. Ya, jika Iqbal memiliki kelebihan, yang paling utama adalah ia memiliki bakat yang luar biasa besar untuk diabaikan. Sedemikian menyedihkan memang.

Bapak dan Abang mau juga diabaikan oleh masyarakat hanya karena memiliki Iqbal di dalam tim Bapak Abang? Enggak, kan?

Oh, iya. Di antara yang lain, Iqbal memang yang paling banyak memiliki waktu luang sendirian. Di kehidupannya sehari-hari, ia menghabiskan banyak waktunya untuk mencari kemustahilan. Mengharapkan ukhti-ukhti yang khilaf menyebut nama di linimasa untuk kemudian ia sambar. ‘iya, ada apa, sayang?’ atau ketika ia selalu mengganggu pasangan-pasangan yang sedang asyik di malam minggu.

Di tempat kerja, sejauh ini sejarah menuliskan bahwa Iqbal menghabiskan tujuh puluh lima persen dari jam kerjanya untuk mencari referensi tebak-tebakan. ‘Anis, Anis apa yang bikin galau. A Nis Yu’ atau ‘Sandi, Sandi apa yang kesepian. Sandiri, Sandiri ku diam, diam dan merenung’. Dua puluh persen yang lain dihabiskan untuk mencari tautan unduhan film bajakan. Dan lima persen sisanya untuk siap-siap pulang. Anjir, untuk rekam jejak yang begini, faedah apa yang bisa ditawarkan untuk ibukota?

Jangankan menjadi tim kerja untuk Bapak Abang, menjadi bajer saja tidak pernah. Jadi, jangan dulu, deh, Pak.

Terlebih ketika beberapa waktu yang lalu Bapak dan Abang seolah menyatakan ingin menomorsatukan peran dan hasil untuk para pribumi. Memilih Iqbal, akan menjadi tidak sejalan dengan pernyataan tersebut. Ya, kecuali hasil fusion Bayi Shark dan Baby Rafathar seperti Iqbal bisa dikategorikan sebagai pribumi sih, ya, silakan.

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, beliau brengsek ketika memasukkan nama saya ke dalam daftar. Jauh seperti yang beliau sebutkan, saya ini pemalu, ramah dan selalu lemah lembut. Saya juga ramah, melemparkan senyum kepada setiap yang saya temui, berwelas asih, berbudi pekerti luhur dan bertenggang rasa. Dengan modal seperti ini, bagaimana bisa saya menjatuhkan mental orang seperti yang beliau sebutkan. Dan lagi buku-buku itu, yang beliau sebutkan untuk membayar saya, sudah saya miliki semua, kecuali ada tawaran lain yang menarik, akan saya coba pertimbangkan. Semua buku yang ada di dalam perpustakaan nasional, misalnya.

Dan paling penting, di atas segalanya, seharusnya beliau sadar saya dan Iqbal memang tidak pernah bisa dipersatukan.

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

24 Comments

  1. Kalau Pak Anies pakai jasamu, beliau nggak akan bayar pakai buku-buku Tere Liye. Beliau akan bayar kamu pakai Tere Liye langsung.

  2. Kok aku ngga dimasukkan dalam tim gubernur baru Kak. Akukan buzzer yang sudah melewati batas dan waktu. sudah banyak klien yang datang dan minta lagi :p Ini bacaan memang membuat saya membayangkan macam macam

  3. Hahahaha… kalau sampai mas andhika, mas yos, mas wanda dan mas oky jadi tim kerja impian gubernur baru, saya mungkin akan menjadi orang pertama yang paling kecewa karena dipastikan grup Whatsapp Pojok WB tidak akan rame lagi dan gak ada bunyi ting-ting di hape saya selama kerja di kantor mas wkwkwkw

  4. apakah setelah membaca hal seperti ini fandhy akan berhenti menjadi sumber berita di twitter? yg ditakutkan saja, nanti bung vandhy malah berhenti retit-meretwit hal-hal ghaib lagi.

    dan linimasa saya dipenuhi dengan buzzer lagi.

  5. apakah setelah membaca hal seperti ini fandhy akan berhenti menjadi sumber berita di twitter? yg ditakutkan saja, nanti bung vandhy malah berhenti retwit-meretwit hal-hal ghaib lagi.

    dan linimasa saya dipenuhi dengan buzzer lagi.

  6. bersyukur…kalo ikutan tim impian anis sandi..kali grup wb juga bakalan kebanjiran job..wkwkwkwk (anggap ini nyata) *ikutan geje..
    masuk kandang kambing ikut mengembek..deh aku..

  7. Wkqkqk ya ampun!
    Kalau sampe ditawarin jd tim kerja, bakalan byk buzer dr WB nih. Yuk mari viral kan, hahaha

    apalagi nasi ketan mangganya, bakalan jd menu harian

  8. wanda, oky, fandy, seru juga tuh kalau mereka jadi tim kerja impian gubernur baru. pasti kalau aku ke jakarta bakal dapat bekaldarinyokap, terus akan disambut dengan puisi sastra ananta, dan kebangkitan dari alam entah berantah si wanda

  9. HAHAHAHAHA. Postingannya nyambung antara satu blog dan blog lainnya. Sangat-sangat unik dan GAUL! Btw, tulisannya udah kalah sama mas Wanda duluan. Soalnya judulnya mirip jadi udah ketebak. Semoga tim kerja ini terwujud, ya, dan bisa membuat Jakarta lebih baik lagi. HAHAHA.

    SALAM UPIL GAUL! 😀

  10. Bekal dari Nyokap, Fandhy atau Fandy atau Vandy, oke sip ngahaha. Dih ya ampun ngakak pisan, kalo dulu berbalas pantun inimah berbalas postingan, luar biasa kisanak :’D

  11. Hahaha
    Tapi yg unik dan keren
    Bisa
    Tapi bolehkah sy masuk jd tim bajer ?
    Dijamin deh pencitraan pak Anis sandi akan naik hingga ke pelosok Indonesia
    Hahaha

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Blog

Kurang Piknik

Frasa ‘kurang piknik’ kerap digunakan untuk menandai orang-orang yang dianggap memiliki sensitivitas

Sepatu

Salah seorang pesohor di media sosial membuat sebuah kliping, potongan gambar berita

Penulis Murah(an)

Beberapa waktu yang lalu, di twitter, saya mengunggah tangkapan layar dari sebuah

Dear Senor

Buenos dias, Senor! Bagaimana akhir pekan anda kemarin? Anda pasti sudah lebih tenang

Kategori Blog

Terkadang saya bingung ketika seorang atau beberapa teman menanyai saya tentang kategori
Go to Top