Langit Musik dan Apa Yang Baru Ia Bawa

oleh

Kereta api yang dijadwalkan datang jam satu siang ini masih belum jelas kabar beritanya, sedangkan Bandung sedang begitu menyebalkan –panas luar biasa. Ayolah, itu sudah cukup untuk merusak mood siapa saja yang sekarang ada di stasiun, jangan lupakan aku yang ada didalamnya. Banyak yang dilakukan orang-orang untuk mengusir rasa bosannya, lihatlah bapak tua itu yang sedari tadi mengutuk PJKA perihal keterlambatan kereta itu tadi, ada juga sekelompok ibu yang sedang asik bercerita tentang entahlah apa, atau gerombolan pemuda nanggung yang sedang asik bermain kartu. Sedangkan aku, ditemani headphone besar yang merusak tatanan rambut yang kubelah ditengah. Siang itu, untuk melepas penat aku bersama Bon Jovi yang sedari tadi bernyanyi di walkman kecilku, satu album, dua side –A dan B , dan kuputar berulang-ulang.

Jika saja pada kenyataannya Jon Bon Jovi dipaksa untuk bernyanyi selama itu, tak peduli seberapa bagusnya suaranya, boleh jadi esok lusa dia putus pita suara.

***

Musik adalah sebuah keharusan, sudah banyak sekali kutipan yang sering kita dengar tentang bagaimana musik menjadi teman untuk kita -manusia  melakukan aktivitas di keseharian hidupnya. Tak peduli saat ini anda sedang bekerja di kantor, atau anda sedang sial terjebak macet dijalanan ibukota, atau sedang makan malam romantis dengan pasangan anda. Musik, memberikan warna berbeda di aktivitas yang disebutkan tadi, malah untuk banyak orang di kamar mandi pun musik harus tetap ada. Bagaimanalah, musik memang sudah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan, ah, Tuhan tahu betul bagaimana memanjakan umatnya.

Ah iya, mari kita kembali sebentar ke penggalan cerita di paragraf awal tulisan ini, itu adalah kejadian nyata yang saya alami beberapa tahun kebelakang. Saat itu mendengarkan atau melantukan musik sudah menjadi kebiasaan saya, tapi ketahuilah bagian menyebalkan dari cerita itu adalah : sehari penuh saya hanya bisa mendengarkan satu album dari satu artis, dua side –A dan B , diputar berulang ulang. Jika saya menginginkan variasi tambahan saya harus membawa banyak variasi kaset untuk album dan artis yang berbeda. Astaga, bukankah itu merepotkan sekali??

Di era digital ini, ketergantungan terhadap musik semakin menjadi pun semakin mudah, memperdengarkan musik sekarang ini bukan sekedar tanggung jawab dari radio, player tape, CD-player, walkman, atau MTV saja.  Media penyimpan musik pun telah berkembang ke media digital, tak akan ada anak muda kekinian yang masih membawa CD atau kaset untuk sekedar mendengarkan musik. Dewasa ini aktivitas mendengarkan musik sudah dirangkum dalam satu piranti yang paling sering kita gunakan : telepon genggam.

Coba tengok sebentar ada berapa ratus atau ada berapa ribu musik -multi-album, multi-artis, multi negara yang yang telah anda unduh di piranti yang anda punya. Untuk mendengarkan itu semua tak perlu anda berepot-repot -membawa banyak sekali kaset/CD seperti penggalan cerita di atas tadi, bukankah itu kabar baik untuk penikmat musik?? Sayangnya, keingingan menikmati musik berbanding terbalik dengan kesadaran kita untuk mendukung industri musik itu sendiri. International Federation of the Phonographic Industry pernah melansir sebuah survey yang menyedihkan pada 2009 silam, bagaimana tidak, hasil survey tersebut mengatakan jika 95% lagu yang terunduh dan didengarkan oleh manusia di era digital ini adalah musik ilegal, bajakan.

Maka jangan heran jika seniman-seniman industri musik yang baru berkecimpung di era digital ini tak akan pernah bisa bertahan lama, bagaimanalah?? apa yang mereka dapatkan terlalu sedikit dibandingkan dengan apa yang sudah mereka lakukan. Dan, jangan menjadi heran jika suatu saat nanti industri musik akan jatuh ke titik nadir yang memprihatinkan.

Sialnya, saya termasuk diantara penikmat musik ilegal.

Tren Mendengarkan Musik Streaming

Beruntung, sebelum itu semua terjadi, masih ada manusia-manusia mulia di industri musik, yang masih tetap istiqomah menyuguhkan musik halal yang berkualitas untuk kita tetap bisa menikmati musik di jalan yang benar : music streaming!. Saya sendiri, semenjak tren music streaming masuk ke negeri ini, sudah mencoba beberapa penyedia layanan yang berbeda. Dan beberapa waktu terakhir saya sedang dibuat asyik oleh LangitMusik, salah satu penyedia layanan yang sempat saya gunakan dua tahun lalu, kemudian saya tinggalkan, dan kini ia kembali dengan penampilan yang lebih memesona. Serupa mantan yang menggoda setelah lama sekali tak bersua.

Sebetulnya, aplikasi Langit Musik yang sebelumnya pun tidak buruk, Ia menampilkan performa yang apik. Jika kemudian saat itu saya beralih ke penyedia layanan yang lain, itu karena saya ingin mencoba yang lain, yang dari segi tampilan menawarkan pengalaman yang lebih menyenangkan. Ya, di waktu yang itu, penyedia layanan lain lebih memberikan pengalaman pengguna yang baik. Tapi perubahan adalah pasti, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun Langit Musik menjawab kebutuhan saya (dan mungkin orang banyak yang lain) dengan versi terbaru yang, menurut saya, luar biasa. Apa saja yang baru dari Langit Musik? Ah, sebetulnya lebih asik jika anda mencobanya langsung, tapi apa salahnya berbagi hal yang baik?? Maka, jangan menjadi bosan jika saya menjabarkan beberapa poin yang menurut saya membuat aplikasi ini layak untuk menghiasi perangkat genggam Anda.

Explore & TagStation

Sama sajalah dengan beberapa aplikasi yang sudah beredar kebanyakan, tab discover di Langit Musik pun memberikan “bantuan” berupa rekomendasi untuk anda para penikmat musik agar bisa memilih musik sesuai sesuai selera. Pada menu ini Anda akan diberikan dua pilihan tab : Browse dan For You. Untuk browse Anda bisa memilih playlist/kategori yang sudah dibuat. Hal ini boleh jadi akan dirasa biasa karena, penyedia layanan lain pun memiliki materi yang lebih kurang sama. Tapi tunggu sebentar. Pada tab berikutnya, for you, ada sesuatu yang lain yang berbeda. Kategori dan playlist yang ditampilkan benar-benar dipengaruhi oleh kebiasaan dan kesukaan kita. Jika Anda termasuk kedalam orang yang menyukai musik melankolis, maka kategori yang akan disodorkan seperti : galau, hujan rindu, pacar selingkuh, dan atau jenis-jenis lagu yang boleh jadi akan membuat Anda semakin baper.

Apakah di masa lalu Anda termasuk pelanggan setia radio? Menantikan kejutan-kejutan lagu apa yang akan muncul yang akan menemani waktu senggang Anda? Astaga, hal ini dipikirkan sekali oleh Langit Musik. Lewat menu TagStation Anda akan diberi kejutan-kejutan lagu sesuai dengan pilihan yang Anda sukai. Maksudnya begini, Anda akan diminta untuk memilih kategori lagu. Katakanlah : slow rock 90’s. Lagu apa yang keluar? Tunggu saja, dan nikmatilah. Karena ini menu khusus. Anda tidak akan tahu lagu apa yang akan diperdengarkan berikutnya.

Kuota? Siapa takut!

Langit Musik itu sendiri adalah sebuah layanan musik streaming yang menjadi bagian dari salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di negeri ini: Telkomsel. Maka untuk menikmati layanannya Anda harus memiliki nomor Telkomsel, jenis apapun itu. Terkesan monopoli? Boleh jadi. Tapi siapa peduli jika Anda mendengar satu hal ini : dengan nomor Telkomsel, kuota internet Anda tidak akan berkurang seberapa banyak pun lagu yang Anda dengar melalui Langit Musik. Menakjubkan. Ini tentu menjadi sebuah terobosan luar biasa.

Dan bila Anda memutuskan untuk menggunakan layanan premium, Anda bisa mengunduh sebanyak-banyaknya lagu yang Anda di Langit Musik sepanjang memori pada perangkat genggam Anda mencukupi. Ya, barangkali Anda mendapat tugas kerja ke daerah yang tidak ada sinyal sama sekali. Anda tetap bisa mendengarkan lagu-lagu pilihan Anda. Cara aktivasinya pun cukup mudah. Anda cukup mengirimkan SMS : ‘REG NEWLM’ dan mengirimkannya ke 96161. Atau, cara yang lebih mudah, Anda dapat melakukan aktivasi langsung melalui laman profil pada aplikasi LangitMusik. Tidak ribet sama sekali. Biayanya? Hanya Rp 22.000 per 30 hari. Atau Rp 6.600 per 7 hari.

Berlangganan Langit Musik Melalui Aplikasi Langsung

Let’s Follow!!!

Saya termasuk ke dalam tipe orang yang malas sekali untuk menonton televisi. Terlebih acara-acara infotainment. Tapi untuk beberapa kasus, hal tersebut menyebabkan saya terlewat info terbaru mengenai penyanyi yang saya sukai. Di Langit Musik orang seperti saya begitu dimanjakan. Kita diberi pilihan untuk mengikuti informasi penyayi yang kita sukai. Cukup klik tombol follow pada laman profil penyanyi tersebut. Maka setiap kali ada info terbaru tentang mereka, tab notifikasimu akan berbunyi. Apa? Notifikasi? Ya, Langit Musik menyediakan tab notifikasi yang semakin memudahkan Anda untuk mendapatkan informasi terbaru bahkan ketika Anda tidak sedang membuka aplikasi Langit Musik sekalipun. Dan, proses ikut-mengikuti ini pun bisa Anda lakukan kepada setiap teman yang memiliki akun di Langit Musik. Dan silakan, bertukarlah lagu-lagu pilihan dengan teman-teman Anda.

Kenyamanan dalam menggunakan aplikasi LangitMusik

Sudah saya sebutkan di atas bahwa kenyamanan ketika menggunakan aplikasi LangitMusik menjadi alasan saya, saat itu, untuk berhenti menggunakannya. Akan tetapi, lihatlah sekarang ini ia telah berubah. Dari tampilan mukanya saja sudah sangat banyak berubah, pada awal mula bahkan kita disambut oleh logo baru yang begitu elegan!

Ilustrasi compact disc yang berputar –ditambah cover album si penyanyi akan menemani kita selama musik diputar. Dan selama itu pula sistem akan otomatis menghitung, hingga di akhir waktu. Anda dapat mengetahui berapa banyak waktu yang Anda gunakan untuk bersenang-senang bersama Langit Musik.

Jangan lupakan juga lirik lagu yang ada di hampir semua lagu. Untuk saya yang senang sekali ikut bernyani, terlebih di lagu-lagu favorit, ini jelas sangat membantu.

Oleh karena itu, LangitMusik, perkenalkan. Pelanggan lama barumu yang setia.

Fitur-fitur menarik yang tersedia pada aplikasi Langit Musik

***

EPILOG

Sudah pukul berapa saat ini?? Kereta itu masih belum juga datang. Bapak tua disana sudah berhenti memaki karena lelah, sekelompok ibu yang sedari tadi membuka-tutup bibirnya karena bercerita, berubah menjadi bermuram-durja?? Jangan tanya gerombolan pemuda yang bermain kartu itu, uang mereka sudah habis -ditipu bandar mentah-mentah.

Dan aku?? sedang asik memutar kaset album Cross Road yang mulai kusut menggunakan pinsil 2B bekas ujian sekolah tadi. Aku sudahi album mereka hari ini di ritase ke 17, semoga Jon Bon Jovi tidak jadi putus pita suara, Kawan, istirahatlah dulu, jika ada waktu besok lusa kita lanjutkan.

***

”Postingan blog ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Review Aplikasi Langit Musik kerjasama Langit Musik dan Warung Blogger”

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*