Dragon Ball Xenoverse

oleh

Dragon Ball (DB) adalah teman bagi Anda yang lahir dan tumbuh kembang di awal tahun 90-an. Ia begitu populer. Jika ingin mengetahui seperti apa kira-kira anak 90an menyukai DB. Mungkin Anda bisa melihat upaya fans Aliando atau Prily membuat trending topic twitter setiap harinya. Ya, popularitas dan dampak yang dibuat oleh DB saat itu bahkan sudah melebihi batas nalar. Saya termasuk diantara banyak anak yang berusaha ingin bisa terbang atau mengeluarkan gelombang tenaga dalam, Kamehameha, seperti yang biasa dilakukan oleh Goku setiap kali bertarung. Rambut berdiri ala Vegeta? Sudah sering saya coba. Hanya rambut kuning Saiya super sajalah yang alfa saya lakukan. Itupun demi alasan masa depan saya di sekolah. Dan sekarang ini, dalam waktu satu-dua minggu terakhir saya sedang bernostalgia dengan mereka. Melakukan reka ulang cerita masa kecil saya dalam bentuk video game: Dragon Ball Xenoverse.

Game ini dirilis pada tahun dua ribu lima belas silam. Ya, saya terlambat sekali memainkannya. Tapi, untuk mengenang sesuatu tidak pernah ada kata terlambat, bukan? Untuk saya pribadi, game ini merupakan hiburan, oase dari padang pasir game sepakbola dengan segala turunannya.

Dua minggu yang lalu di linimasa media sosial yang saya miliki nama DB Xenoverse ini muncul. Tak perlu waktu lama untuk saya mencoba mencari tahu tentang game ini dan kemudian mengunduhnya di hari yang sama. Saya sudah mencobanya, dan jatuh cinta kepadanya. Saya akan membuat sebuah ulasan singkat dan alasan kenapa saya menyisihkan waktu saya dua minggu terakhir untuk memainkan game ini. Ah, iya. Saya menggunakan cracked game, bajakan, -tak layak untuk ditiru jadi ulasan yang akan saya tulis ini boleh jadi tidak akan mempresentasikan game ini secara keseluruhan. Juga perlu digaris bawahi: saya bukan pengulas game, bukan maniak, jangan harap saya akan menuliskan detil segi teknis seperti yang biasa diulas oleh para master. Sederhananya saya ingin menjabarkan bagaimana DB Xenoverse mampu membuat saya bernostalgia. Mari.

***

Sumber gambar : 3djuegos.com

Empat puluh dua jilid manga ditambah belasan anime yang telah dibuat memiliki jalan cerita yang erat, meski tak semuanya saling berkaitan. Tapi itu lebih dari cukup untuk kita menghafal betul segala seluk beluk dan jalan cerita yang ada di dalamnya. Seperti misalnya: bagaimana kehidupan Goku waktu kecil, perjalanannya menuju manusia Saiya Super, Ia dan teman-temannya yang berulang kali menyelamatkan dunia atau manfaat 7 Bola Naga yang seolah digunakan hanya untuk menghidupkan orang- orang mati -atau hidup abadi jika Anda lebih mengingat tokoh antagonis. Untuk membuat sebuah game yang mengadaptasi dari kisah yang sedemikian dekat dengan penggemarnya tentu akan sulit jika hanya mengandalkan tampilan grafis dan gameplay belaka. Dan Dragon Ball telah diadaptasi berulang kali ke dalam bentuk video game dengan plot yang… gitu gitu aja. Membosankan. Hanya menyuguhkan pertarungan antar karakter yang disesuaikan dengan jalan cerita yang lebih dulu dibuat pada manga ataupun anime-nya. Dan disinilah DB Xenoverse hadir sebagai pembeda, terobosan dari semua versi video game DB yang telah dibuat sebelumnya.

Karena satu dan lain hal dunia Dragon Ball pada DB Xenoverse telah rusak sedemikian parah. Dengan cerita yang sama sekali bertolak belakang dengan cerita yang kita kenal. Di sini tidak ada Goku yang mengalahkan Frieza, tidak juga Gohan berhasil meluluhlantahkan Cell, dunia benar-benar lenyap karena ulah Majin Buu. Dan Anda diminta untuk mengembalikan kerusakan itu kembali kepada cerita yang sebagaimana mestinya. Mengembalikan dunia Dragon Ball seperti semua sama-sama ketahui. Lha piye katanya bosan dengan jalan cerita yang gitu-gitu aja sekarang malah disuruh buat kembali ke benar merah cerita? Perhatikan kalimat sebelumnya, yang diminta untuk mengembalikan cerita itu adalah Anda, bukan Goku, bukan Gohan, Vegeta, Gotenks atau tokoh-tokoh jagoan yang Anda kenal. Benar-benar Anda sendiri.

Maksud saya alih-alih menggunakan tokoh protagonis seperti Goku, Gohan, Piccolo atau yang lainnya sebagai tokoh utama untuk mengembalikan skenario Dragon Ball seperti sedia kala, DB Xenoverse menggunakan tokoh lain, tokoh yang kita buat sendiri. Tentu ini menjadi sebuah terobosan yang menarik, bukan? Di awal permainan kita akan diminta untuk memilih bangsa/suku mana yang akan kita gunakan. Pilihannya adalah bangsa Bumi/bangsa Saiya, bangsa Namec dan bangsa Majin (seperti Majin Boo). Kemudian detil fisik yang bisa Anda pilih disesuaikan dengan dari bangsa mana karakter yang kiat buat itu berasal. Model rambut beserta warna, bentuk tubuh dan warna kulit, atau berbagai jenis pakaian adalah detil yang bisa kita pilih. Nama? Tentu saja Anda bebas menggunakan nama sesuka Anda. Di sini Anda bertindak sebagai time traveler. Oleh Trunks (masa depan) dan Dewa Kaioo Shin Pengatur Waktu (Supreme Kai of Time) secara berkala Anda akan dikirim ke dunia Dragon Ball yang berantakan. Sayang sekali, cerita yang diperbaiki bukan dimulai sejak Goku kecil, tetapi ketika Raditz –kakanya Goku datang ke Bumi.

Trunks dan Supreme Kai of Time. Diambil dari BandaiNamcoStore.com

Dan kemudian, bersama tokoh di dalam cerita, Anda akan menghadapi lawan-lawan yang ada. Dimulai dari Trio Saiya Raditz, Nappa, Vegeta (Saiyan Saga), Frieza dan komplotannya (Frieza Saga), Android kembar No 17 dan No 18 (Android Saga), Cell Saga, Majin Buu Saga sampai terakhir melawan Beruss dewa penghancur (Battle of God Saga). Hanya seperti itu saja? Apa serunya? Cobalah dulu. Saya pribadi ketika pertama kali memainkannya begitu kewalahan. Untuk melewati Saiyan Saga saja sudah cukup sulit, karakter yang kita buat awalnya cupu banget. Untuk membuatnya menjadi kuat kita harus berjuang dan menang di pertarungan utama (story-line) yang kita lalui.

Setiap kemenangan akan dihadiahi beberapa zeni untuk membeli peralatan atau skill moves untuk menambah daya juang Anda. Jika menang di saga story line masih terlalu sulit, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjadi kuat. Seperti misalnya, mencari pelatih yang kadang muncul di kota. Anda harus mencarinya. Atau mencari teman untuk membentuk sebuah tim dan bertanding di ajang pertarungan tag team. Atau memainkan quest yang muncul secara berkala –namun tergantung sejauh apa anda telah menyelesaikan story-line saga. Selain zeni yang bisa Anda dapatkan setiap kali meraih kemenangan adalah beberapa moves dan juga experience point yang berguna untuk menaikan level karakter milik Anda. Setiap kenaikan level pun akan dihargai attributes point untuk semakin memperkuat jagoan Anda. Pada tahapan tertentu, mengalahkan Majin Buu bukan lagi perkara sulit. Ah, iya ketika menyelesaikan quest-quest yang disediakan itu bisa Anda gunakan juga sebagai ajang nostalgia, barangkali Anda rindu untuk memainkan Goku dengan Bola semangat-nya, Vegeta dengan Final Flash-nya atau Gohan dengan Dad-Son Kamehameha.

Karakter yang saya buat di DB Xenoverse

Tapi memang tidak akan pernah ada yang sempurna. Jika perubahan konsep dan jalan cerita serta tokoh yang digunakan adalah sesuatu menjadi nilai plus dan menjadikan DB Xenoverse berbeda dari versi games DB sebelumnya. Maka kita akan menemukan sesuatu lain yang patut disayangkan karena tidak ada, seperti misalnya. Pada DB Xenoverse kita bisa beradu tinju dengan lawan kita, tapi mengadu gelombang tenaga dalam, seperti yang sering kita lihat pada manga ataupun anime-nya; Kamehameha Cell vs Kamehameha Gohan misalnya, tidak bisa kita lakukan dalam mode pertarungan. Adegan adu gelombang itu memang muncul akan tetapi hanya ada pada cutscenes dari setiap saga yang kita lewati.

Yang paling menyebalkan yang membuat kita harus mengumpat atau mengutuk, saking kesalnya, adalah saat kita kalah di story-line saga kita seolah dihadapkan pada suatu hal yang sia-sia pun membuang waktu belaka. Maksud saya begini, tolong diperhatikan, setiap saga memiliki sub-category cerita masing-masing. Misalnya ketika Saiyan Saga, sub category-nya adalah: Raditz datang (dilawan oleh Piccolo dan Goku)- Nappa dan Vegeta datang-Melawan Nappa-Melawan Vegeta-Melawan Vegeta yang menjadi monyet raksasa. Nah, masing-masing sub category itu memiliki beberapa scenes. Pada Saiyan Saga yang paling banyak memiliki scenes adalah ketika melawan Nappa. Yaitu ketika masing-masing tokoh seperti Yamcha, Ten Sin Han, Piccolo, Krillin dan Gohan melawan Saibaman, Kemudian Gohan dan Piccolo melawan Nappa, begitu seterusnya. Dan, jika Anda kalah pada pertarungan di salah satu scenes itu Anda harus mengulangnya dari awal sub-category. Anggaplah satu scenes rata-rata 10 menit, maka hitunglah waktu yang Anda buang sia-sia. DB Xenoverse buruk sekali dalam hal menyediakan checkpoint pada storyline saga.

Tapi jika Anda berkenan untuk bersabar, melewati setiap tahapan pada storyline saga, Anda akan menemukan hal-hal menarik yang berbeda dari cerita yang kita kenal. Seperti misalnya, Vegeta yang menjadi komandan pasukan Ginyu atau Hercule (Mr Satan) yang menjadi kuat luar biasa karena mendapatkan kekuatan gaib. Kekuatan gaib dari? Bersabarlah sampai akhir storyline saga, karena selain akan membuka banyak karakter tambahan, di sana, di akhir cerita Anda akan menghadapi sosok yang menjadi biang keladi kerusakan pada Dragon Ball Universe.

Akhir kata, DB Xenoverse adalah permainan yang memerlukan sedikit sentuhan nostalgia. Bagi Anda penyuka Dragon Ball memainkannya adalah sebuah alternatif yang cukup baik untuk mengusir sepi. Akan tetapi jika Anda seorang maniak game, dengan kekurangan yang ada, memainkan DB Xenoverse pastilah cepat sekali bosan. Ah, tapi cobalah sendiri. Silakan dilihat pada laman resmi Dragon Ball B Xenoverse ada beberapa pilihan yang menyesuaikan dengan perangkat yang Anda miliki.

Saga-saga DB Xenoverse. Kumpulan gambar dari: 3djuegos.com

Omong-omong, ketika saya mencari gambar untuk penghias tulisan ini saya melihat ada karakter Saiya Super 4, Brolly atau juga Gogeta. Tapi sampai saya menyelesaikan storyline saga. Karakter itu belum juga muncul. Apakah ada yang tahu bagaimana caranya? Atau Anda memiliki kesan lain ketika memainkan DB Xenoverse? Sudikah kiranya untuk bercerita pada kolom komentar di bawah.

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Blog

Dear Senor

Buenos dias, Senor! Bagaimana akhir pekan anda kemarin? Anda pasti sudah lebih tenang

Kategori Blog

Terkadang saya bingung ketika seorang atau beberapa teman menanyai saya tentang kategori

Anak Ayah

“Anak ayah banget, ya, Dek?” pengemudi transportasi daring itu berujar setelah cukup

Sebelum Nonton

Saya pernah menuliskan sebelumnya tentang beberapa hal yang acap kali membuat saya
Go to Top