Tutorial Jika Tidak Memiliki Materi Tutorial

oleh

Dalam ranah tulis digital terdapat sebuah mitos menggelikan, bahwasanya untuk lebih diperhatikan oleh Sang Dewa digital kita mesti menjadi penulis yang bermanfaat bagi penulis lain. Misalnya menulis jawaban tugas-tugas mata kuliah lengkap dengan landasan teori, keterangan, penjelasan ilmiah serta daftar pustaka. Atau di waktu lain, membagikan informasi lomba, informasi pekerjaan, atau malah Anda sendiri yang membuat lomba dan memberi pekerjaan untuk para penulis lain. Tapi, manfaat tidak melulu tentang tetek bengek seperti itu. Untuk menjadi bermanfaat Anda bisa dengan mudah melakukannya tanpa harus kuliah, tanpa harus membuat lomba atau memberi pekerjaan. Dengan begitu, penulis kere seperti saya pun sah-sah saja jika ingin memiliki manfaat. Caranya? Buaanyaakk. Tapi saya tidak akan menulis semua. Khawatir tulisan ini malah akan menjadi novel jika saya tulis semuanya. Saya ambil contoh paling sederhana. Untuk menjadi bermanfaat buatlah satu tulisan ringkas tentang tata cara, bagaimana untuk dan seperti itulah. Njelimet? Baiklah, saya sederhanakan begini, sebut saja : membuat tutorial.

Oleh karena membuat tutorial itu jauh lebih mudah ketimbang menulis jawaban mata kuliah, ketimbang membuat banyak lomba, ketimbang membagi pekerjaan, maka, dengan kata kunci yang sama, pada laman-laman milik Sang Dewa digital Anda akan lebih banyak menemukan tentang bagaimana cara, ketimbang tetek bengek yang lain itu. Pada dunia digital, sesederhana itulah kita menjadi bermanfaat. Dan seperti yang kita ketahui bersama, bermanfaat itu sama saja dengan berpahala. Jika saja surga neraka ditentukan oleh seberapa banyak tutorial yang Anda tulis. Pastilah surga dipenuhi para penulis digital. Jika skenarionya seperti itu, saya jadi membayangkan, di surga nanti apakah domain authority, page authority dan alexa rank akan juga dicek setiap hari? Amit-amit.

Saya sih pasti menolak dengan sangat jika vonis surga neraka para penulis ditentukan oleh tutorial yang pernah mereka buat. Kalau begitu, saya pasti masuk neraka. Lah bagaimana, saya ndak pernah itu menulis satu pun yang bisa Anda baca, kemudian Anda tiru. Lagipula sudah terlalu banyak tutorial yang ada di dunia digital. Anda mencari tutorial memasak? Banyak. Tutorial memakai hijab? Banyak. Merakit mainan, menjahit pakaian, membuat kerajinan, buka galon air mineral, mengganti tabung gas tiga kilogram, memperbaiki kloset mampet, membersihkan panci kotor, dan aih, segala yang dekat dengan kehidupan kita sudah banyak tata cara yang bisa Anda ikuti. Jika sedang sial, boleh jadi Anda akan menemukan tutorial yang nduplek sama persis pada blog dan penulis yang berbeda. Yang satu olah pikir penulis kreatif, yang lainnya olah usil penulis bedebah. Dan jika beruntung, Anda akan menemukan banyak sekali variasi tulisan untuk contoh kasus yang sama. Jika pilihan tutorial sudah sebanyak itu. Saya yang apalah-apalah ini bisa apa?

Alhasil. Ketimbang menulis tutorial, waktu saya lebih banyak dihabiskan untuk mencari sesuatu yang bisa saya buat tutorialnya. Yang beda tentu saja. Dan sepanjang waktu itu juga saya tidak bisa menemukan sesuatu yang bisa saya buat tutorialnya. Lemah sekali saya ini. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak menulis tutorial apapun. Sembari berharap Sang Dewa digital tetap membukakan pintu surganya untuk saya.

Bagaimana dengan Anda? Anda pernah menulis tutorial? Sudah? Aih, hebat. Anda masuk surga. Apa? Belum? Tenang saja, saya punya tutorial tentang apa yang harus Anda lakukan ketika Anda tidak memiliki ide sama sekali untuk membuat suatu tutorial. Jaminan keberhasilannya hanya 1% saja, tergantung seberapa niat Anda melakukannya. Biasanya, ini yang saya lakukan.

Bercinta

Seperti yang kita ketahui dan kita sepakati bersama bahwasanya cinta adalah sumber inspirasi. Ketika Anda sedang dimabuk cinta, dibuat hilang akal karenanya, Anda tentu mempunyai beberapa materi untuk menulis suatu tutorial. Seperti misal, tutorial diterima pasangan sebelum nembak. Sebuah proses pernyataan yang sulit sebenarnya. Atau tutorial delapan puluh tiga ribu empat ratus lima puluh tujuh hari untuk mendekati gebetan Anda. Atau mungkin tutorial ditolak dengan bijak. Dan banyak lagi lainnya. Meski cenderung tidak masuk akal, tapi siapa peduli? Karena sejatinya cinta memang ada untuk mengaburkan yang berakal.

Itu baru ketika Anda dimabuk cinta. Sebaliknya, jika Anda sedang dikhianati oleh cinta. Luluh lantah gundah gulana karenanya. Inspirasi untuk Anda membuat tutorial akan menjadi lebih banyak. Sebelum Anda memutuskan untuk membuat tutorial bunuh diri dengan anggun, Anda bisa memulainya dengan tutorial menyembuhkan patah hati, dilanjutkan dengan tutorial menjenguk hati yang sedang dioperasi, atau tutorial membangkitkan perasaan yang mati suri. Hal-hal itu jauh lebih bermanfaat ketimbang Anda membuat sebuah video mencari sensasi basi ketika hati Anda hangus karena putus. Menangis didepan kamera untuk disukai apa adanya. Aih, menjijikan.

Sekarang saya sudah memiliki cinta yang hakiki. Beruntungnya saya. Tapi kisah cinta ini, ketimbang saya buat tata caranya. Sementara ini saya pilih untuk nikmati sendiri saja. Lain kali mungkin.

Bagaimana? Anda sudah memiliki cinta? Entah yang menyenangkan atau yang menyedihkan? Tentu punya donk sekarang tutorial apa yang harus ditulis? Belum juga? Mari coba cara yang lain untuk menemukannya.

Taaruf

Secara bahasa taaruf memiliki arti suatu kegiatan bersilaturahmi, boleh dibilang berkenalan, bertatap muka atau bertamu untuk satu tujuan. Dengan begitu seharusnya saya menempatkan taaruf ini pada bagian pertama dalam proses pencarian untuk membuat tutorial, bukan malah mendahulukan bercinta. Tapi, tak apalah toh cinta juga sering datang tiba-tiba tanpa perlu kenal pun bertatap muka. Nah, tentang taaruf ini kita bisa membahasnya dengan lingkup yang lebih luas. Katakanlah Anda melakukan sebuah kunjungan persahabatan antar kota, antar provinsi. Anda boleh membuat suatu tutorial bagaimana menjaga agar kaki tetap kuat ketika melakukan perjalanan Antar kota, atau tutorial berpindah kota tanpa sengaja, yah semacam itulah.

Setelah tiba di tempat tujuan Anda menamu. Pastilah Anda akan memiliki ide tambahan untuk membuat tutorial. Seperti, tutorial mengetuk rumah tanpa suara, tutorial bertamu ke rumah kosong, tutorial menelfon tuan rumah yang sedang berkunjung ke rumah kita, atau banyak lagi lainnya. Di rumah si empunya, Anda akan mendapat ide tambahan jika Anda bertaaruf dengan bijak. Saya pernah menemukan ide membuat tutorial tentang cara meminjam sisir kepada tua berambut botak, meski dengan alasan kesopanan urung saya tulis. Jika bersedia sedikit kurang ajar, Anda bisa menulis tutorial mengambil barang tanpa sengaja. Sebelum pada nantinya Anda akan menulis tutorial tertawa bahagia di dalam penjara.

Ah, bagaimana taaruf sebagai proses pembuka segala jenis kekerabatan memberikan manfaat yang banyak. Sayang sekali definisi taaruf dewasa ini sudah dikecilkan hanya untuk menerjemahkan perjodohan jenis manusia yang berbeda kelamin saja. Padahal, seperti yang kita ketahui, ia memiliki arti dan fungsi yang lebih luas. Bahkan untuk Anda para penulis digital pemburu pejwan. Taaruf ini adalah sebuah kesempatan untuk membuka pikiran menemukan jutaan bahan membuat panduan.

Eh, masih belum menemukannya juga? Ada satu lagi.

Nikmati hidup Anda

Hidup sebagai seorang manusia adalah nikmat tiada tara yang telah diberikan Tuhan untuk setiap makhluk-Nya yang bernyawa. Dan hanya satu kali saja. Maka nikmatilah. Untuk apa membuang-buang banyak sekali waktu hanya untuk bermanfaat lewat segala cara panduan yang ingin Anda buat. Tempe bener, sih!!! Toh, belum tentu juga mereka-mereka itu sudi baca. Anda siapa? Kepala negara? Motivator? “Kan, nulis tutorial itu bermanfaat, kalau bermanfaat katanya lebih diperhatikan Sang Dewa Digital”. Lah iya, tapi Anda itu sebenernya menulis untuk siapa, sih!? Untuk robot atau untuk manusia? Untuk robot? Ya sekarepmulah. Tapi, jika Anda memang menulis untuk manusia. Satu kabar baik yang bisa saya bagi. Untuk manusia, tak melulu yang bermanfaat itu adalah suatu sikap yang baik. Malah seringkali yang dicari adalah sesuatu yang tiada arti, untuk teman membuang waktu saja mereka sudah cukup senang. Malah, sebagai pemuas nafsu manusia, yang negatif justru cenderung adiktiff. Tak perlu jadinya berpura-pura baik di depan papan ketik.

***

Jika Anda sudah sampai pada bagian ini, diluar bermanfaat atau tidaknya isi tulisan ini, setidaknya saya sudah menemani waktu luang Anda (atau malah membuangnya?). Ah, semoga saja tulisan ini dihitung sebagai pahala yang lain oleh Sang Dewa Digital.

Sekali lagi, jikapun Anda ingin membuat tutorial namun tidak tahu harus menulis tentang apa. Biarkan sajalah, tak usah dipaksakan. Lanjutkan dan nikmati dulu hidup Anda. Tarik nafas dalam-dalam, lakukanlah yang Anda suka. Berolahraga di kala hujan misal. Atau mungkin berwisata ria bersama keluarga bisa menjadi pilihan bijak. Namun, jika setelah Anda membaca tulisan ini kemudian Anda memiliki materi yang bisa Anda bagikan. Ada baiknya Anda membaca tutorial untuk menulis tutorial.

Sumber gambar : iTunesM4A.net
Sumber gambar : gameshub.net

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

54 Comments

  1. Wakaakakaaka….
    Baru ini bena baca tulisan mas dika ketawa2 duluan di awal paragraf :)))))))

    Btw, makasih ya mas dika backlinknya.
    Btw itu do follow atau no follow?

  2. Hahahaahaha Mas Dhika. Tulisan ini terkesan serius, tapi kok ada gaya lucunya ya? duh, pengen nangis di pojokan saking lucunya. Hahahaa.

    Btw, ayi udah ada nih ide mau nulis Tutorial. Boleh ijin ga pake kata ‘Tutorial’ dalam judul tulisanku, mas? >,<"

  3. Walaupun jayus, tapi kadang yg dicari orang di google ya seputar tutorial begini ini hihihi. Karna luput dari pandangan kita, jarang akhirnya yg menuliskan tutorial begini. Masuk pejwan deh :p

    Ngomongin jayus, jd keingit Soto Pak Djayus di Surabaya hahaha

  4. Mantaplah Mas Andhika. Tutorialnya berguna juga untuk saya yang hingga sampai saat ini belum pernah menulis tutorial. Membaca tutorial ini adalah langkah pertama belajar saya, selanjutnya menyediakan waktu untuk membaca tutorial yang dituliskan oleh teman-teman yang linknya tersebar di atas. Ah, sudah berapa kali kata tutorial saya tuliskan dalam komentar ini @,@

  5. Aku sepertinya belum pernah nulis tutorial. Yg pernah kutulis cara membuat mainan anak2 handmade. Tapi gak yakin itu tutorial wong gak serius2 amat bikinnya :))
    Sbnrnya masih bingung jg soal tutorial, apa cara memasak masuk tutorial ya? #seriusnanya :))

  6. “di surga nanti apakah domain authority, page authority dan alexa rank akan juga dicek setiap hari?” Ini nih bikin saya cengar cengir bacanya XD, taaruf dalam kancah penulisan digital bisa dibilang BW kali ya.

  7. dari judulnya saja sudah menarik, tutorial jika tidak memiliki materi tutorial :))))
    Akhir akhir ini, lagi marak banget muncul tetulisan soal tutorial, hampir sebagian besar yg aku BW pun bahasnya soal tutorial :)))

    Bahahahhaa pas masuk sub-bab Bercinta itu saya pikir akan membahas tentang bagaimana tutorial bercinta yang baik dan benar, eh ternyata pikiranku saja yang terlalu jauh haha ternyata tentang tutorial cinta :)))

    Mungkin sebentar lagi akan ada tulisan tutorial tentang “Tutorial dalam mencegah untuk ikutan menulis tutorial” :)))

  8. Sumber ide untuk menulis tutorial ternyata banyak ya, Kak Ucha… dari mulai masalah percintaan hingga apa yang ada di kehidupan sehari-hari.
    Kayaknya tulisan tutorial memang paling banyak diminati, tapi kalo satu tutorial sama plek, dengan tulisan yang lain, ya..malesin, atuuh!

  9. Sumber ide untuk membuat tulisan tutorial ternyata banyak, ya, Kak Ucha. Mulai dari percintaan sampai semua yang ada di kehidupan kita sehari-hari.
    Kayaknya tulisan tutorial memang banyak peminatnya. Tapi kalau baca tutorial yang sama persis dengan tulisan yang lainnya, buat sebel juga bacanya…hehehe

  10. Amfun, Deh. :v
    Sepertinya lagi hitz ya tulisan tutorial. Hahaha, tadi aku kaget waktu baca heading ‘bercinta’. Setelah baca uraiannya, olalaaaa, pikiranku yang terlalu liar ternyata. Bhuahahah.

  11. Analogi surga digitalnya membuat saya teringat analogi cari jodoh ala mbak dewi mas 😀
    Ala ala blogger semua 😀

    Memang kalo di blog kita bebas ekspresikan apa saja ya. Post blog saya yang pertama kali adalah, cerita tentang saya yang tidak tau mau menulis apa di post blog yang pertama. Walau gak tau, eh ternyata jadi cerita juga 😀

  12. Jadi, kamu masuk surga mana?

    Di surga nanti apakah domain authority, page authority dan alexa rank akan juga dicek setiap hari? Amit-amit.
    ngakak di bagian ini dan bagian lainnya. :p

  13. Dulu ngeblog cukup sebagai ajang nulis diary ya, Mas. Sekarang naik tingkat hampir sejajar sama jurnalis. Berlomba-lomba ningkatin PV. Dan, setelah diselami ternyata rumit sekali. Tulisan tentang tutorial sepertinya memang masih merajai search engine, ditambah sedikit angka atau kata2 tips n trik. Hehe

  14. dari ide yang biasa aja dan sering dilakukan tiap hari malah menjadi ide yang kreatif.
    Biasanya kebanyakan blogger ngasih tips dibandingin tutorial, mungkin juga karena kalo tutorial pasti sama sih sama blogger lain content-nya, kayanya harus buat juga tutorial makan nasi hee

  15. Menikmati hidup itu adalah point yang widya banget. Kadang kalau kita tidak menikmati hidup fikiran jadi runyam wkwkwkk memang bener sih segala sesuatu ga bisa dipaksakan. Kalau belum mendapatkan ide, bisa menarik nafas, mengambil jeda dan mulai menikmati hidup.

  16. Aku nggak terlalu suka nulis tutorial. Baca tutorial juga biasa aja. PV tertinggiku malah di postingan berbau2 curhat. Dan emang suka baca curhatan orang lain. Lebih kerasa personal blognya. Hahahaha…

  17. Hai hai. Emang kalau org kreatif idenya bisa apa aja ya. Bahkan tutorial untuk tak menjlis tutorial juga bisa. Ini mah kalo mata dewa digital itu sebagai jurus memenangkan hati mesin pencari. Judulnya aja udab keyword. 😉

    Aniwei saya belum pernah bikin judul artikel tutorial biasanya pakai begini cara, atau ini dia cara.. nah yg begitu bisa dibilang tutorial juga ga sih.

  18. HAHAHA DEWA DIGITAL!PEJWAN!SEO!
    Dan tutorial makin menjlimet, kemarin uda menulis tutorial menulis tutorial.
    Sekarang, ka dhika, tutorial jika tidak memiliki ide tutorial😂😂 harusnya lebih bisa di minimalisir kata2nya. Tutorial ketika kehabisan ide membuat tutorial😂😂😂😂

  19. Tapi nggak selamanya tulisan tutorial itu jadi perhatian dewa digital sih..

    *Pernah nulis tutorial dan nggak banyak pv nggak masuk pejwan juga*

    Hahahaha

  20. Aku mau nulis tentang tutorial juga aaah. Tapi tentang apa ya? Dulu waktu kuliah, sistem kuliahku itu tutorial, jadi sepuluh mahasiswa dibimbing oleh satu tutor. Gimana kalo aku post ttg tutorial menjadi tutor yang baik.

Tinggalkan Balasan ke cumilebay Batalkan balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Blog

Anak Ayah

“Anak ayah banget, ya, Dek?” pengemudi transportasi daring itu berujar setelah cukup

Sebelum Nonton

Saya pernah menuliskan sebelumnya tentang beberapa hal yang acap kali membuat saya

Kendari, Kali Kedua

Saya cukup banyak melewatkan detail-detail pada banyak sekali hal yang terjadi selama

Tahun Ketiga

Jahanamnya kemacetan ibukota adalah kelaziman. Ia terjadi setiap hari, seperti sekarang ini
Go to Top