Si Pencinta Bis

oleh

Kawan, hentikan sejenak segala aktivitasmu. Simpan sebentar pena, buku catatan dan perangkat genggam yang sedang kau pegang sekarang. Tenang saja tidak akan lama dan bila kau mudah bosan silakan ambil secangkir kopi panas untuk menemani beberapa belas menit kedepan atau segelas susu?? Terserahlah, tergantung selera kau. Karena sekarang ini aku sedang ingin menceritakan sebuah kisah dari jauh di negeri sana, dari tempat yang tenang nan menyenangkan.

Ini tentang aku dari sudut sempit Bojonegoro ditemani dengan satu dua hisapan tembakau virginia, kualitas terbaik yang pernah ada. Jika diperbolehkan, aku ingin bertanya. Kapan terakhir kali kau bermain mendekati sungai ?? Bukankah membosankan sekali jika setiap harinya terus-terusan menghabiskan nafas di tengah polusi kota, berdesak-desakan bersama ratusan makhluk sosial yang bergegas ke tempat kerja lalu pulang terlambat jauh setelah matahari terbenam ?? Dan kawan, berita buruknya adalah, ini tentang aku yang untuk kau bayangkan sedang berjalan  menyusuri sungai Bengawan Solo.

Tapi sebelum itu semua, jika nantinya cerita ini menjadi aneh mohon dimaafkan, karena bagaimanapun aku tidak terlalu cakap dalam berkata-kata. Meski begitu aku mempunyai keinginan yang sama dengan banyak diantara kalian semua yaitu menceritakan banyak hal dalam satu-dua tulisan. Seperti apa jadinya nanti itu urusan belakangan.

Aku tumbuh dalam lingkungan yang menyenangkan. Berkelahi laksana pendekar di kebun pisang bersama teman sepermainan adalah sebuah kebiasaan yang aku rasa hanya sedikit sekali dari kalian yang sempat mengalaminya. Terjatuh di tanah yang basah bekas hujan tadi malam, terpelanting menabrak batang pohon pisang setinggi badan, ah, itu tampak menjadi rutinitas yang tidak aneh untuk kami disini . Bagian paling seru tentu saja ketika berhasil mengalahkan lawan terberat dengan satu dua pukulan saja. Setelah itu kami bercanda tertawa sepuasnya seperti perkelahian tadi hanya sebuah ritual menuju dewasa. Meski besok lusa bukan tidak mungkin ronde kedua ketiga dan seterusnya tetap harus dilangsungkan. Tapi jangan salah sangka meski perkelahian adalah hal biasa, aku tidak serta merta menjadikan hal itu sebagai sebuah kebiasaan apalagi kesukaan.

Untuk menghabiskan waktu luang aku juga suka bermain ke pinggir kota di jalur besar yang akan kau lewati ketika melakukan perjalanan dari Surabaya ke Semarang melalui darat pulang pergi. Yang aku lakukan adalah memperhatikan dan mengabadikan kecantikan bis yang melewati jalur besar itu untuk kemudian aku unggah ke media sosial yang aku miliki.

Alasan mengapa aku menyukai bis sebetulnya sederhana sekali, aku suka melakukan perjalanan panjang menggunakan bis dan disini aku menemukan miniatur kehidupan manusia yang luar biasa. Dengan segala sifat dan sikap yang dimiliki manusia ada kalanya kau akan bertemu dengan hal menyebalkan, ada kalanya menyenangkan, tak jarang pula kau akan menemukan satu-dua cerita senang di dalam bus, atau malah cerita sedih ?? Bisa saja, tak ada yang bisa menebak kejutan apa yang akan terjadi di sepanjang cerita dalam perjalanan menggunakan bis. Seperti misalnya akan ada kesempatan kau memergoki kawanan pencopet tanpa bisa berbuat apa-apa, atau dalam kesempatan lain boleh jadi kau lah yang dituduh sebagai pencopet. Tak terhitung berapa kali aku dibuat kesal oleh suara sumbang para pengamen yang jika aku orang tuanya aku akan menyuruh mereka untuk diam saja dirumah, meski tak sedikit pula kutemukan suara merdu dari satu-dua musisi jalanan itu. Dan untuk kasus ini aku bersedia dengan senang hati untuk memberikan beberapa lembar rupiah untuk mereka.

Saking seringnya aku menunggu, melihat, dan menaiki bis aku sampai hapal betul dimensi dari berbagai jenis bis dari mulai bis berukuran besar sampai bis mini tiga per empat. Aku seringkali terkesima dengan gagahnya jetbus atau elegannya tampilan bis new travego atau bagaimana menariknya bis klasik dalam model Star Liner. Jika kau merasa bingung dengan kalimat terakhir barusan, begini sajalah, jika suatu waktu  kau berencana membeli sebuah bis jangan sungkan untuk bertanya padaku. Akan aku pandu dan jelaskan semua seluk beluknya sampai ke hal-hal terkecil.

Tenang saja aku tak akan memungut biaya jasa konsultasi. Tapi jika kalian memaksa, ajak saja aku makan. Sop torpedo kambing adalah pilihan terbaik, salah satu inovasi terhebat yang pernah diciptakan oleh manusia. Dalam kondisi normal aku bisa menambah porsi sampai dua-tiga mangkuk berikutnya. Dan aku mohon jangan sampai kalian menagih budi apalagi sampai memintaku untuk memasak karena sampai detik ini telur mata sapi dan air panas yang mendidik adalah satu-satunya kompetensi memasak yang aku kuasai.

Aku sudah memberitahu kau bukan?? Jika nantinya cerita ini menjadi aneh dan membosankan jadi tolonglah dimaafkan, karena sekali lagi aku tidak terlalu cakap dalam berkata-kata. Dan seperti yang aku tuliskan diawal tadi. Tentang tempat yang menyenangkan, jika suatu ketika kau punya waktu untuk berkunjung ke tempat ini. Aku bisa memberikan beberapa alternatif tujuan untuk setidaknya kau bisa berfoto-foto dan membanggakan diri setibanya di rumah nanti.

Aku dengan senang hati menemani kau berkeliling sampai bosan. Setibanya disini cari saja aku , Raden Arjuno.

 bis

Catatan : 

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti kompetisi Liga Blogger Indonesia 2016 pekan ketujuh dengan tema : Review Profil Peserta. Saya berkesempatan untuk mengulas profil Muhammad Efendi salah satu blogger asal Bojonegoro. Blognya bisa anda lihat pada halaman berikut : mohefendik.blogspot.co.id

Cerita ini hanya sebuah karangan dari pengembangan konsep dan apa yang saya bayangkan setelah berkunjung ke akun media sosial milik saudara Efendi. Jika ada kesalahan dan pemaksaan dalam pembentukan karakter yang bersangkutan pada cerita di atas semata-mata hanya sebuah upaya percobaan ide kreatif.

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

15 Comments

  1. aku kira cerpen asli karya mas Efendiknya ternyata pengembangan atas kecintaanya pada bis hehe. Agak susah ya mas kalau dapet lawannya yang jarang aktif di media sosial dan belum turun aktif di pekan-pekan sebelumnya.

    @gemaulani

  2. Berarti mohefendik ini “sang pecinta bis” simbol dari kegemarannya dalam travelling, kira-kira begitu ya pak? Keren pengembangan konsepnya. Kalau saja tema wajibnya setiap pekan review lawan duel, ada 39 kisah seperti ini pasti menarik sekali..two thumbs
    @ge1212y

    • begitulah kira-kira 🙂

      astagaa, hahaha nampaknya sih kalau dijadikan tema setiap pekan, belum tentu juga saya sanggup membuat variasi cerita yang banyak kaya gitu.

      Ehm, lagipula kompetisi ini hanya 12 pekan, bukan ??

    • Eh, bagus yaa ?? Sukurlah , semoga betah 🙂

      Sebenernya, saya ga terlalu hapal sih sama jenis bus, itu murni hasil pencarian semalam untuk coba mendalami peran sebagai tokoh yang diceritakan aja 🙂

      makanya ga berani nulis lebih detail untuk bis itu
      hehehe

  3. Hei, aku juga pernah ngerasa asyiknya menjadi seorang pendekar berkelahi di kebun pisang itu, aku juga pernah menulis angka 212 di dada ini. hahai.

    Seperti biasanya, selalu pandai merangkai untaian kata, menjadi satu, dan enak di baca.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Review

Di Bawah Normal

Saya akan dengan tegas menjawab: Indomie adalah salah satu hal terbaik yang

13 Reasons Why

Kecuali Anda tinggal di dalam gua, atau terlalu khidmat dengan pilkada dan
Go to Top