Berkompetisi Melalui Tulisan

oleh

Dalam sebuah kelompok, kompetisi menjadi sebuah kelaziman. Ia akan menentukan banyak hal. Bisa saja ia membicarakan tentang siapa yang menjadi individu terbaik dalam kelompok tersebut atau tentang ajang unjuk diri demi sebuah popularitas atau secara garis besar kompetisi akan berbicara tentang siapa mengalahkan siapa. Bagaimanapun berita baik dari sebuah kompetisi adalah setiap individu yang terlibat didalamnya akan terpacu untuk berusaha menampilkan yang terbaik yang ia miliki.

Dan ketika saya bergabung dalam sebuah kelompok blogger –orang yang mendedikasikan waktu luangnya untuk menulis sedikit banyak di media dalam jaringan maka hanya tinggal menunggu waktu kami akan terlibat dalam sebuah kompetisi dalam kebiasaan yang kami jalani, ya apalagi kalau bukan menulis. Kompetisi itu bisa hadir dalam banyak variasi bentuk, suatu waktu kami berkompetisi untuk mengulas suatu produk dagang, atau diwaktu yang lain kami berlomba-lomba untuk menempatkan tulisan kami kedalam index mesin pencarian, dan yang terbaru sebagian dari kami akan mengikuti sebuah kompetisi yang bernama Liga Blogger Indonesia

Liga blogger Indonesia adalah sebuah perhelatan non-profit yang diselenggarakan oleh anak muda kreatif asal semarang untuk mengajak mereka yang suka menulis unjuk diri dalam sebuah kompetisi. Seperti umumnya alasan suatu individu untuk mengikuti sebuah kompetisi tentulah ingin menjadi yang terbaik, menjadi pemenang, lagipula bukankah manusia diciptakan untuk tidak menyukai kalah ?? Tetapi lebih dari itu, untuk saya pribadi dengan kesempatan menguji ketahanan dan kemampuan dalam menulis bersama teman-teman yang lebih dulu dan lebih aktif dalam menulis sudah menjadi pencapaian yang luar biasa untuk saya. Alih-alih menjadi juara jika kompetisi ini bisa memacu kemauan dan potensi saya untuk menulis itu sudah menjadi hadiah yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Dengan menggunakan format liga setiap individu akan dipertandingan dengan individu lainnya. Ini memberikan kita kesempatan untuk bisa berinteraksi banyak dengan teman โ€“atau silahkan jika kalian ingin menyebutnya lawan sesama peserta di Liga Blogger Indonesia. Dan, dengan tersebarnya daerah asal para peserta hampir dari seluruh pelosok nusantara mulai dari Bandung, Jakarta, Purwerejo, Surabaya sampai kota-kota lain di luar Jawa maka cukup menambahkan sedikit interaksi yang aktif dan cara berkomunikasi yang baik para peserta di Liga Blogger Indonesia boleh jadi bisa mendekatkan diri untuk lebih mengenal secara personil dan suatu waktu boleh jadi yang semula hanya menjadi teman (atau lawan) di kompetisi ini akan berubah menjadi pertemanan yang hangat di dunia nyata.

Tetapi sesungguhnya lawan terberat di kompetisi ini bukanlah individu yang memiliki kemampuan lebih baik dalam menulis melainkan waktu. Ya, semua individu yang terlibat dalam kompetisi ini akan diberi tenggat waktu untuk menyelesaikan karyanya. Setiap karya yang tepat waktu akan mendapatkan poin, dan poin yang terakumulasi inilah yang akan menentukan siapa-siapa yang terbaik. Kembali pada hakikatnya karena Liga Blogger Indonesia adalah sebuah kompetisi menulis maka tentu saja waktu hanya menjadi salah satu faktor penilai selain itu tentu saja ada faktor lain yang menentukan, misalnya jumlah komentar, bagaimana mendapatkankan komentar yang baik dan banyak ?? Ini yang paling berat : membuat sebuah tulisan yang baik dan bermanfaat.

Urusan ini akan sedikit lebih rumit jika rasa malas โ€“yang seringkali menjadi momok bagi para penulis datang. Jika anda sedang banyak waktu luang silahkan buka isi blog ini halaman perhalaman, entah sudah berapa kali saya memotivasi diri sendiri untuk bisa lebih giat dalam mengisi blog ini dengan postingan yang bermanfaat. Rasa-rasanya waktu yang punya lebih banyak digunakan untuk memikirkan apa yang harus saya tulis bukan menulis apa yang saya pikirkan. Dan mungkin kedepannya dengan bergulirnya Liga Blogger Indonesia saya harus menanamkan budaya malu dalam menulis. Malu jika saya tidak bisa aktif seperti peserta lainnya, malu jika poin yang saya kumpulkam tertinggal jauh dari teman-teman penulis lain, malu jika pada akhirnya saya kalah dan terlupakan begitu saja. Sebuah bentuk pesimisme ?? Bukan, ini cara lain untuk memotivasi diri, dan bagi anda yang tidak sengaja membaca tulisan ini saya memberi anda tanggung jawab : tolong ingatkan saya ketika lupa dan malas. Kawan, ini adalah sebuah amanah dan bukankah orang yang tidak amanah termasuk orang yang munafik ?? Jangan salahkan saya, anda sendiri yang iseng membaca tulisan ini.

Dan mari kita haturkan terimakasih yang luar biasa untuk @dotsemarang selaku penggagas kompetisi ini. Perhelatan Liga Blogger Indonesia kali ini adalah perhelatan keempat semenjak pertama kali digelar tahun dua ribu tiga belas silam yang berarti ini adalah kali keempat mereka mau bersusah payah mengkordinasi dan memotivasi para penulis di Indonesia. Sekali lagi mari sejenak kita berdiri dan bertepuk tangan untuk mereka. Tapi, dasar manusia, akan ada saja celah untuk memojokkan suatu pihak. Seperti misalnya penyelenggara Liga Blogger Indonesia yang sering kali diprotes karena masih menggunakan blogspot yang notabene adalah blog gratisan sebagai media yang digunakan untuk menulis. Sebagai penyelenggara @dotsemarang bukanlah lembaga komersial yang membuat kompetisi demi satu dua lembar rupiah, mereka sudah bersusah payah membuang waktu dan tenaga untuk membuat kompetisi ditambah lagi harus mengeluarkan biaya untuk membeli domain komersial ?? Ayolah kawan, kita tidak akan setega itu bukan?? Lagipula domain komersial seperti dot com tidak menjamin seorang atau sekelompok blogger menjadi besar. Ini adalah tahun ketiga saya menggunakan domain dot com tetapi saya dan blog saya masih disitu-situ aja dan bahkan di mesin pencarian seringkali kalah oleh blog-blog gratisan yang memiliki konten postingan lebih baik.

Hanya saja, jika boleh saya memberikan saran mungkin baiknya perlu ditambahkan oleh panitia sebuah identitas khusus untuk para peserta, semacam banner atau widget sehingga setiap ada pengunjung yang datang ke blog peserta Liga Blogger Indonesia akan langsung mengetahui bahwa si empunya blog adalah peserta Liga Blogger Indonesia. Beuh keren kan??

Tapi, kawan, seperti yang tertuang dalam laman blognya pihak penyelenggara sendiri memiliki tujuan yang mulia ketika memutuskan untuk membuat Liga Blogger Indonesia yakni menjadi katalis untuk para blogger agar bisa konsisten dan disiplin dalam proses update konten serta mengajak kita untuk bisa berpikir kreatif cepat, tepat dan efektif. Maka, ayolah sama-sama menjadikan hal ini juga sebagai tujuan kita bersama. Tentang hadiah, benefit atau apapun yang didapat dari Liga Blogger Indonesia, itu urusan lain, anggaplah sebagai motivasi tambahan bukan motivasi utama.

Dan kawan, sebagai penutup, izinkan saya memberi salam untuk anda semua : mari kita mulai berkompetisi doakan saya tidak segera pergi di babak kualifikasi.

ย LBI

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

13 Comments

  1. Aku bukan protes sih mas apalagi berniat memojokkan pihak penyelenggara. Hanya sekedar saran saja begitu supaya lebih banyak yang percaya bahwa LBI ini beneran dan berkualitas. Padahal aku sendiri juga masih domain gratisan. Hohoho. Pingin juga sih kayak mas Andhika dan blogger lain yang domainnya sudah berbayar. Soalnya ada beberapa lomba yang ataupun event blogger yang mengharuskan pesertanya memiliki domain berbayar. Tapi perlu nabung dulu sepertinya hehe

    Maaf komentarnya malah tjurhat mas. Salam kenal, Grup B ๐Ÿ™‚

    @gemaulani

  2. eh aku belum komen di sini hehehe … besok hari terakhir nih, mudah2an silaturahmi tetap terjalin apa pun yang terjadi di antara kita (ceritanya mellow ^^) @hpmelati

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Blog

Pembimbing Utama

Saya yang sedang mencoba mempelajari kembali Bahasa Indonesia sempat menjadi menyebalkan ketika,

Mobil, Tiang & Benjol

Sudah satu minggu semenjak nusantara dihebohkan oleh berita kecelakaan lalu lintas yang

Kurang Piknik

Frasa โ€˜kurang piknikโ€™ kerap digunakan untuk menandai orang-orang yang dianggap memiliki sensitivitas

Sepatu

Salah seorang pesohor di media sosial membuat sebuah kliping, potongan gambar berita

Penulis Murah(an)

Beberapa waktu yang lalu, di twitter, saya mengunggah tangkapan layar dari sebuah
Go to Top