Krisis Ekonomi Sebagai Penyebab Menurunnya Performa Chelsea

oleh

Menyandang status sebagai juara bertahan, bukan jaminan untuk Chelsea FC bisa dengan mudah mempertahankan gelar Liga Inggris. Mengawali musim baru dengan terlunta-terlunta membuat pasukan Jose Mourinho hanya mampu bertengger di posisi 14 klasemen sementara Liga Inggris dengan hanya memetik dua kali kemenangan, dua kali hasil imbang, dan tiga kali kekalahan.

Hasil buruk ini bisa jadi karena dampak dari krisis ekonomi yang tengah melanda Indonesia. Menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah, bisa saja membuat armada The Blues menjadi lesu karena dengan melemahnya rupiah membuat pendukung fanatik Chelsea menjadi enggan untuk membeli pernak-pernik yang dijual klub. Sehingga menyebabkan menurunnya performa Chelsea di Liga Inggris.

Tapi kita tidak sedang membicarakan itu. Biar lah krisis ekonomi ini menjadi pelecut semangat bagi Jokowi cs untuk lebih giat dan memperhatikan sektor ekonomi negara sehingga mampu memberikan terobosan baru bagi dampak krisis ekonomi ini.

Kita sedang membicarakan performa Chelsea Islan yang belakangan ini jarang terlihat di televisi nasional. Maaf, maksud saya performa Chelsea FC di turnamen Piala Presiden Liga Inggris. Hasil buruk yang diraih Chelsea, membuat kans mereka untuk mempertahankan gelar kian semakin sulit. Inkonsisten menjadi pekerjaan rumah bagi Mourinho jika Chelsea tak ingin turun ke kasta bawah. Mourinho harus sesegera mungkin membenahi lini yang menjadi biang kerok dari rangkaian hasil buruk ini.

Minimnya tambahan amunisi baru serta badai cidera membuat Mourinho harus pontang-panting dalam meracik strategi baru. Belum lagi ditambah masalah internal dengan Eva Carniero. Membuat situasi di ruang ganti Chelsea semakin panas.

(L-R) Chelsea's Spanish midfielder Cesc Fabregas, Chelsea's Brazilian-born Spanish striker Diego Costa, Chelsea's Colombian striker Radamel Falcao and Chelsea's Serbian midfielder Nemanja Matic react to going 3-0 down in the English Premier League football match between Manchester City and Chelsea at The Etihad stadium in Manchester, north west England on August 16, 2015. AFP PHOTO / OLI SCARFF RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 75 images, no video emulation. No use in betting, games or single club/league/player publications.OLI SCARFF/AFP/Getty Images

Didatangkannya Pedro dari Barcelona demi menambah daya gedor lini depan Chelsea ternyata belum terlihat signifikan. Meski di pertandingan perdananya bersama Chelsea, Pedro berhasil menjawab ekspektasi publik Stamford Bridge dengan menyumbang sebiji gol dan assist. Tapi bisa saja itu hanya strategi Mourinho untuk membuat fans Chelsea sumringah walau hasil dipertandingan berikutnya, Pedro tak lagi segarang di debutnya.

Terlalu dini memang untuk menyingkirkan Chelsea dari arena pacu perburuan gelar Liga Inggris. Masih banyak pertandingan yang belum dilakoni Chelsea dan berpeluang untuk mendulang poin demi merengsek naik ke peringkat teratas. Tetapi hasil kerja keras Chelsea untuk mempertahankan gelar bisa jadi tinggal harapan jika tidak diikuti oleh pendukung Chelsea untuk menggelar doa bersama di berbagai stasiun televisi nasional dan dihelat setahun tanpa henti. Niscaya dengan berdoa bersama, posisi Chelsea akan setingkat di atas Manchester United, dan dolar bisa turun menjadi Rp.2000

Semoga saja

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Esai

Go to Top