Duel Otak

oleh

Sejatinya, manusia hidup hanya untuk disibukkan oleh tanya jawab saja. Setiap harinya kita akan selalu disuguhkan pada ragam pertanyaan yang lantas harus melanjutkan pula dengan pencarian jawaban. Itu semua adalah keniscayaan, suratan, manusia tidak punya kuasa untuk menolak episode dalam setiap pertanyaan pun dengan cerita-cerita yang mencari jawaban. Namun, masing-masing individu mempunyai hak untuk mengambil besaran porsi yang mana dalam episode hidupnya. Menjadi si penanya atau si penjawab ??

Ketika suatu individu memutuskan untuk menjadi si penanya mungkin ia adalah bodoh pada awalnya. Tapi ia mulia, karena memiliki keingingan untuk menjadi lebih baik dengan bertanya, mencari tahu hal-hal kecil lalu kemudian mempelajari hal yang besar. Membaca dari buku, belajar kepada alam, atau jika mungkin bertanya kepada para penjawab. Satu dua waktu kemudian, jika si penanya itu memiliki kecakapan dalam berpikir, boleh jadi ia akan hijrah menjadi si penjawab. Memberitahukan kepada dunia semua jawaban dari pertanyaan yang sudah ia cari, pelajari dan dapatkan sebelumnya. Tetapi, jika setelah satu dua waktu itu si penanya itu masih saja terus bertanya, boleh jadi ia memang memiliki bakat untuk menjadi bodoh.

Lalu, bagaimana dengan individu yang mengawali hidup dengan menjadi si penjawab ??

Bukan karena si penanya dicap bodoh pada awalnya maka si penjawab tidak bisa otomatis diberi gelar pintar. Mereka yang memilih untuk menjadi penjawab adalah unik. Ia sungguh terampil untuk memanipulasi diri menjadi pintar atau bodoh dalam satu waktu. Menjadi orang suci atau pendusta lucu yang arogan pada satu tarikan nafas, munafik ?? Bisa jadi, atau entahlah nanti anda saja yang menyimpulkan sendiri. Bingung dengan kalimat terakhir barusan ?? Mari saya jabarkan. Begini, meskipun semesta sepakat untuk melabeli si penanya pemula dengan sebutan bodoh, paling tidak si penanya itu akan jujur setidaknya pada dirinya sendiri untuk mencari tahu kebodohannya, belajar, kemudian jika berhasil dia akan hijrah menjadi si penjawab. Sebuah perjalanan mulia. Bandingkan dengan yang memilih menjadi si penjawab di awal perjalanannya. Menjawab semua pertanyaan semesta. Cih, omong kosong. Bagaimana bisa ia menjawab?? bukankah mereka ini menolak untuk bertanya apalagi untuk belajar?? Memang ada beberapa manusia beruntung yang dianugerahi bakat menjawab tanpa harus banyak bertanya ataupun menjawab. Tapi si penjawab tipe seperti ini adalah langka. Yang bisa anda sekalian nikmati adalah sisanya, para aktor frasa.

Jika si penjawab berbakat jarang itu bisa menjawab semua pertanyaan si penanya dengan baik maka si penjawab golongan aktor frasa adalah sebaliknya. Mereka tetap akan menjawab, sama baiknya. Tapi benar salahnya  jawaban itu urusan belakangan, toh si penanya itu belum cukup pintar untuk membedakan mana yang benar mana yang salah. Cukup jawab dengan gaya yang arogan tambahkan sedikit bumbu dusta, drama atau komedi jika perlu. Sebodoh dan sesalah apapun jawaban anda pastilah akan tetap terlihat menarik. Coba saja anda tanyakan tentang kalkulus integral kepada orang yang baru belajar rumus phytagoras dalam sebuah acara yang hostnya seorang jago akting, sok lucu dan arogan. Sebodoh dan sekonyol apapun jawabannya tetap akan mendapatkan sambutan dan tepuk tangan yang meriah dari semua penonton yang hadir.

Jika pada awal perjalanannya suatu individu ingin menjadi si penjawab yang baik dan benar, seperti yang saya tuliskan di atas tadi, membutuhkan faktor bakat yang luar biasa jarang. Menurut KBBI daring, bakat adalah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak lahir. Dalam kasus ini artinya untuk menjadi si penjawab yang baik dan benar kita membutuhkan bantuan Tuhan yang maha baik. Maka, menjadi si penjawab golongan aktor frasa adalah cara termudah dan tidak membutuhkan banyak perjuangan. Dan saya, sudah sangat nyaman berada di golongan ini untuk waktu yang lama. Tidak dianggap bodoh karena terlalu banyak bertanya. Bagaimana dengan pertanyaan-pertanyaan yang sering datang?? Jawab sajalah dulu, jangan terlalu peduli dengan benar salahnya, tinggikan suara, tegakkan dada. Itu bisa membuat jawaban salah menjadi lebih meyakinkan. Lalu, bila ada satu orang saja yang puas dengan jawaban salah anda, tertawalah dengan sombong, bertepuk tangan pada diri sendiri. Dan selanjutnya yang paling penting, ingatlah semua tahapan tadi. Jika anda beruntung dan masih dipercaya atau berkumpul di tempat lain dengan si penanya yang sama bodohnya, anda akan terlihat seperti si penjawab benar berbakat besar.

duel otak
Credit photo : Kapanlagi.com

Lini masa saya sedang ramai dengan permainan ini, sebuah permainan baru tentang tanya jawab segala pertanyaan semesta. Menarik, permainan ini adalah simulasi dari semua bahasan saya di atas. Kita bisa menjadi si penanya, si penjawab berbakat besar atau bahkan menjadi si penjawab bodoh. Dan saya ?? Saya adalah si penjawab bodoh maka saya mengawali permainan ini dengan gaya yang arogan, melecehkan dan akan mempermalukan semua orang yang sudah, sedang dan akan memainkan permainan ini dengan elegan. Jikapun nanti pada kenyataanya saya lebih banyak kalah, siapa peduli ?? Banyak cara untuk membuat sebuah drama agar saya tetap terlihat pintar. Dan tenang saja, jika pada kenyataanya nanti saya (atau mereka) lebih banyak menang, itu bukan berarti saya pintar.  Itu semata karena saya (atau mereka) sedang beruntung atau sudah sangat terbiasa dengan pertanyaan-pertanyaan semesta yang seringkali sama.

Ini bukan sebuah postingan berbayar, jadi saya tidak merasa perlu untuk menjelaskan panjang lebar atau menyuruh anda mengunduh dan memainkan permainan ini. Tetapi misalkan anda ingin terlihat bodoh di lingkaran permainan saya, silakan tulis username “duel otak” anda pada kolom komentar dibawah.

Berdoalah agar tidak kalah. Lalu , saya akan mengajarkan anda bagaimana caranya menjadi si penjawab bodoh yang arogan.

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

37 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Blog

Tahun Ketiga

Jahanamnya kemacetan ibukota adalah kelaziman. Ia terjadi setiap hari, seperti sekarang ini

Si Jagoan

“Yah, jek aja,” suara lembut penuh semangat dari ujung telfon di sana.

13 Reasons Why

Kecuali Anda tinggal di dalam gua, atau terlalu khidmat dengan pilkada dan

Merayakan Kehilangan

Sebelum Anda membaca tulisan ini ada baiknya, agar tulisan ini lebih dapat
Go to Top