Yang Baru

oleh

Semenjak blog ini dibuat sekitar dua tahun lalu, praktis tak pernah ada yang banyak berubah dari blog ini, baik dari tampilan atau isi konten yang tak berpindah terlalu banyak dari keseharian si penulis atau dari sepakbola. Mengenai isi tulisan, boleh jadi saya -dan mungkin beberapa teman yang sering membantu mengisi konten di blog ini merasa takut untuk keluar jalur. Karena, bagaimanapun setiap manusia memiliki gaya yang berbeda yang melekat dalam pribadinya terlalu lama, gaya dan pandangan dalam menulis menjadi salah satunya yang sulit untuk dirubah.

Oprah winfrey dalam satu episode talkshow-nya pernah berucap jika potensi dan kemampuan yang sebenarnya dari seorang manusia akan keluar saat dia berani meninggalkan kebiasaannya di zona nyaman, dan mencoba bertarung di dunia perubahan. Menarik, tapi dalam kasus ini -menulis ternyata tidak mudah, setidaknya untuk saya, sebelum kami benar-benar masuk ke dunia perubahan itu, izinkah kami bermetamorfosa dalam renungan -semoga tidak lama agar kelak kami bisa menghadirkan konten yang bisa bersaing di dunia perubahan atau setidaknya bisa lebih diterima oleh mereka yang sudi datang ke blog ini.

Sementara ini, mari merubah hal lain yang bisa saya lakukan, selain harus merubah isi konten dan gaya saya dalam menulis.

Rasa-rasanya sudah cukup lama saya membuang-buang waktu dengan blog ini, maksudnya yang saya lakukan untuk blog ini hanya membuat konten dan menyebarkanluaskannya di social media, sesederhana itu. Selain statisik pengunjung blog yang bergerak naik teramat lambat, hampir tak ada hal positif lain yang bisa saya terima atau bisa saya berikan untuk pengunjung blog ini.

Maka langkah selanjutnya, saya mencoba berpikir hal lain tentang blog ini kedepannya. Apa yang mungkin didapat dari sebuah blog yang pemiliknya bahkan tidak memiliki reputasi apapun di garis kehidupan sosial ?? Hanya satu : teman. Mencari dan mendapat teman melalui blog tentu tidak semudah berbalas sapa di linimasa twitter. Bahkan, sebenernya konsep followers-following yang disajikan twitter sama sekali tidak menggambarkan konsep pertemanan yang baik.  Di twitter ada jurang pemisah yang cukup besar antara mereka yang “punya nama” dengan mereka yang “bukan siapa-siapa”. Untuk urusan “pertemanan” social media lain seperti path atau facebook memiliki konsep yang lebih baik, interaksi didalamnya bisa dilakukan jika kedua orang (atau lebih) telah terhubung dalam sebuah lingkaran pertemanan. Sayangnya, mayoritas pertemanan di kedua social media tadi hanya mengaplikasikan hubungan sosial di dunia nyata ke dalam dunia digital. Maksudnya begini, silakan lihat daftar pertemanan anda di kedua social media yang saya sebutkan tadi. Bukankah mereka-mereka itu adalah orang-orang yang sama dengan yang sering anda jumpai di kehidupan nyata?? Jikapun ada orang baru pada daftar tersebut yang “belum berteman” sebelumnya di dunia nyata, bisa ditebak benang merahnya adalah hobbi atau kesukaan dari sebuah komunitas. Linimasa social media kita akan menjadi sedikit monoton karena dipenuhi konten dari cara pandang atau kegiatan yang kurang lebih sama. Dan terus terang, sekarang ini saya sedang berada dalam kejenuhan melihat minimnya varisasi konten di linimasa.

blogger
Kebiasaan saya beromong kosong membuat paragraf di atas barusan terlalu panjang, mari kita kembali ke pokok bahasan. Mencari teman lewat blog. Jika dilakukan dengan benar, seharusnya hubungan pertemanan yang dimulai dari sebuah blog bisa menjadi hubungan yang lebih berkualitas. Tentu saja, karena dibutuhkan kerendahan hati yang luar biasa untuk memulainya. Coba kita hitung beberapa langkah untuk mencari teman di blog : mencari dan memilah konten blog dari orang yang tidak dikenal, membaca dan menelaah isi konten tersebut, berinteraksi via kolom komentar dengan pemilik / penulis konten. Jika blog adalah rumah bagi para penulis, bukahkan menjadi sebuah kehormatan yang luar biasa besar untuk kita bisa berdiskusi langsung di rumah si penulis. Dalam suatu waktu, boleh jadi kita yang gantian mengundang mereka untuk datang kerumah kita, membaca dan berdiskusi di blog kita. Silahkan tambahkan kemungkinan diskusi itu dilihat dan diikuti oleh orang lain. Dan, jika interaksi yang terjadi lebih dari sekedar interaksi antara pembaca dan penulis (seharusnya) bisa menjadi modal awal untuk menjalin sebuah pertemanan. Kabar baiknya, jika skenario yang dijelaskan barusan itu berjalan lancar, kita akan memiliki tambahan teman dari latar belakang yang berbeda, entah itu berbeda dari suku bangsa, agama, bahasa, kehidupan sosial atau sekedar dari hobbi atau kesukaan saja yang berbeda. Atau katakanlah kesemuanya itu sama, tapi keajaiban dari tulisan adalah bisa menyajikan materi atau isi konten hanya karena ada perbedaan sudut pandang dan gaya bahasa konten yang disajikan bisa menjadi luar biasa berbeda. Kawan, lakukanlah, sempatkanlah untuk menjelajahi rumah dari para penulis, boleh jadi otak anda benar-benar membutuhkan penyegaran akibat monotonnya materi kehidupan yang itu-itu saja.

Saya sudah dan akan mencoba untuk terus menyempatkan waktu bermain-main dengan aksara milik anda. Untuk saya pribadi, ini adalah sebuah hal baru -jika mengucapkan ini sebagai perubahan dianggap berlebihan. Sebelumnya mana pernah saya membuang-buang kuota untuk membuka blog orang lain yang belum tentu menarik. Seorang teman memberitahu saya, di luar sana banyak sekali blog yang memiliki konten cerdas, menarik dan atau kreatif. Dia benar, lambat sekali saya sadar. Maka saya belajar rendah hati untuk bertamu ke rumah penulis lain, membaca lalu mengambil manfaat dan apa saja yang bisa saya pelajari di sana. Benar, saat ini baru pada tahap “membaca” saja, saya masih bingung darimana saya harus memulai berkomentar dan berdiskusi, atau mungkin saya sedang mencari konten yang isinya saya mengerti agar saat memulai pembicaraan, otak kosong saya bisa sedikit dimanipulasi.

Oh iya, kedepannya nanti. blog-blog mana saja yang sudah saya kunjungi akan saya rangkum dalam sebuah daftar, barangkali bisa jadi pertimbangan dan alternatif untuk anda juga. Atau, jika anda memiliki sebuah blog atau ingin merekomendasikan blog orang lain yang harus saya baca, silakan berkomentar di halaman blogwalking yang baru saya buat dengan senang hati saya akan berkunjung kesana.

blogwalking

Hasil sementara dari blogwalking :
Hal baik saya yang saya lihat dan bisa saya adaptasikan ke blog ini setelah berkunjung ke beberapa blog lain adalah bagaimana mereka bisa tetap bersenang-senang dalam aksara tetapi masih bisa menghasilkan sesuatu untuk kehidupan nyatanya, dalam hal ini katakanlah mendapatkan penghasilan dari blog. Ehm, mendapatkan penghasilan dari blog bukan ide buruk, kan? Silakan lihat daftar yang saya buat tadi, ada banyak cara untuk mendapatkan pendapatan dari blog, diantaranya adalah menulis ulasan sebuah produk atau mengikuti sayembara karya tulis.

Mengulas sebuah produk bukan perkara sulit, terlebih jika itu adalah produk yang biasa kita gunakan dalam keseharian, tapi untuk mendapatkan rupiah (atau dollar?) dari ulasan tersebut sebelumnya si penulis haruslah orang yang memiliki pengaruh di dunia digital dewasa ini atau setidaknya blog si penulis memiliki peringkat yang cukup baik di mesin pencari. Dan untuk mengadaptasikan hal tersebut ke blog saya ini, aduh, rasa-rasanya sangat sulit, terlebih saya bukanlah siapa-siapa. Ah, da aku mah apa atuh. Berikutnya, mengikuti sayembara karya tulis (berhadiah) siapa saja bisa melakukannya, termasuk saya pun pernah menulis sebuah artikel untuk mengikuti sayembara, tapi untuk bisa menang ?? Nanti dulu, itu semua tergantung dari seberapa banyak saingan anda di luar sana. Untuk urusan ini gaya bahasa, tata cara penulisan sangat berpengaruh banyak. Dan lagi-lagi, blog ini belum bisa berbicara banyak.

Tapi, ada cara lain untuk mendapatkan penghasilan tanpa terlalu bergantung kepada reputasi penulis atau kemampuan dalam menulis, yaitu dengan menyediakan tempat kosong di blog untuk dipasangi iklan. Google Adsense salah satu alternatif terbaik. Maka mulailah saya sibuk mengetikan google Adsense di mesin pencari. Tidak sulit,  untuk mendaftarkan blog ke Google AdSense cukup mengikuti langkah-langkah yang sudah dijelaskan dengan detail. Selesai. Tinggal menunggu proses verifikasi dari google. Sembari menunggu proses verifikasi -membutuhkan waktu 3-5 hari kerja saya mulai menyiapkan apa-apa saja yang dibutuhkan agar blog ini diterima oleh tim google sebagai partner pengiklan. Sesuai tips dari beberpa orang yang menuliskannya di blog, saya pun menambahkan lama disclaimer dan privacy policy di blog ini. Entah apa maksudnya, mungkin sebagai antisipasi jika ada pelanggaran hak cipta nantinya. Sudahlah.

Email yang ditunggu pun datang beberapa hari setelah saya melakukan pendaftaran, yang menjadi kejutan adalah ternyata isi email yang sudah ditunggu-tunggu itu seperti ini :

adsense
Pedih, Jenderal !!!

Ternyata benar yang saya khawatirkan selama ini, saya tak pernah bisa memberikan konten yang bermanfaat untuk pengunjung blog ini. Buktinya ?? Google aja bilang gitu.

Terlalu lama saya membuang-buang waktu di blog ini. Ah, boleh jadi karena saya memang kurang banyak belajar ?? Bagaimana bisa mendapatkan nilai yang baik saat ujian jika belajar saja tidak pernah ?? Penolakan dari google adSense itu harus dijadikan modal atau pengalaman untuk kemudian hari. Tak ada salahnya nanti mencoba lagi. Lebih banyak membaca dari blog yang lebih berpengalaman, lebih bermanfaat. Bukankah itu yang menjadi topik utama dari tulisan panjang ini ?? Lagipula, masih banyak kan blog yang belum dikunjungi ?? Maka mulailah.

Jikapun skenario terburuknya blog ini tidak pernah diterima oleh google sebagai pengiklan. Bukankah iklan bukan dari google saja ?? Jika anda berkenan untuk menaruh iklan di blog ini, silakan hubungi saya melalui form yang tersedia di laman Kontak.

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

7 Comments

  1. Yang endingnya aku rada kurang paham kak. mungkin karena dibaca dengan terburu buru. Ntar aku baca lagi ya dari rumah kak. btw, kapan aku boleh bertamu ke rumah? *numpang nulis*

  2. Wah, aku suka banget sama templatenya! 🙂 Baru pertama kali berkunjung nih. Masing diubek-ubek jadi belum bisa berkomentar apakah bermanfaat atau nggak hehe. Semoga cepat diterima Adsense ya.

  3. Saya seperti berkaca si cermin. Saya pun kadang juga seperti apa yg anda ceritakan diatas. Mari lanjut blogwalking dan semoga bisa menginspirasi banyak orang lewat aksara dan bahasa kita masing-masing. Mampir atuh ke rumah saya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Blog

Dear Senor

Buenos dias, Senor! Bagaimana akhir pekan anda kemarin? Anda pasti sudah lebih tenang

Kategori Blog

Terkadang saya bingung ketika seorang atau beberapa teman menanyai saya tentang kategori

Anak Ayah

“Anak ayah banget, ya, Dek?” pengemudi transportasi daring itu berujar setelah cukup

Sebelum Nonton

Saya pernah menuliskan sebelumnya tentang beberapa hal yang acap kali membuat saya
Go to Top