BEWARE I’M A THIEF LIGHTER

oleh

“ini tentang hal hal kecil yang terlanjur dibiasakan untuk dilupa”

Ini salah satu yang gue ga paham dari gue, dan mungkin mereka semua yang (maaf) perokok aktif, dalam setiap keseharian di perkumpulan para perokok (hampir) pasti ada aja tragedi, iyaa tragedi hilangnya korek api. Malah boleh jadi intensitas beli korek lebih sering daripada beli rokok 1 bungkus.

Mungkin gue, elu, kita, mereka yang merokok menganggap ini sebagai sebuah kemakluman dalam dunia berasap . Maklum karena sudah terlalu biasa, maklum karena itu salah satu resiko ngerokok. Tapi jika proses perpindahan suatu barang dari satu tempat ke tempat lain secara paksa dan atau tanpa izin dan atau tanpa diketahui oleh pemiliknya adalah suatu proses pencurian, maka otomatis hilangnya korek di tiap perkumpulan (entah itu di kantor, di sekolah, di kantin, atau dimanapun) adalah sebuah kasus pencurian, dan bahayanya sering kali gue terlibat aktif di dalam proses ini.

Iya, ini adalah kasus pencurian yang paling sering terjadi di lingkungan sekitar -saking seringnya boleh jadi suatu saat nanti jika kasus pencurian ini diakumulasikan bisa jadi kasus pencurian terbesar abad ini,- terlalu dianggap sepele, terlalu dimaklumi, karena sudah terbiasa, dan karena “cuma” korek ini dianggap sebagai pencurian kecil.

Bukankah hal hal besar terjadi karena hal hal kecil yang dibiasakan ???Mungkin mereka -para pencuri korek itu- ga niat ngambil (kalo ga mau dibilang nyuri) … Mungkin niatnya cuma minjem, kemudian ga sadar masuk ke kantong, dan begitu inget bukannya malah dikembaliin tapi pura pura gak tahu , pura pura gak salah, yang paling parah setelah minjem tanpa izin kaya gitu, kemudian ga dibalikin dengan alasan “dia masih punya ini”. “Ah, balikin nya tar aja deh, toh dia belum butuh” , “ga akan ngaruh buat dia kalo ga dibalikin juga” , “ga akan ngaruh buat dia, cuma segini mah kecil”.

Bukankah hal hal besar terjadi karena hal hal kecil yang dibiasakan ???

thiefDari korek, kita terbiasa untuk mengambil apa yang bukan punya kita, meskipun kecil.

Dari korek yang hilang, dengan konsep minjem tanpa izin itu bisa berkembang ke banyak hal, yang cenderung arahnya negatif, kita terbiasa ngelupain dan atau ngebiarin hal-hal sepele kaya gitu.

Dari korek yang hilang dan kemudian berasumsi “tenang aja, dia masih punya” kita jadi terbiasa untuk menunda mengembalikan apa apa yang bukan kita punya , terlalu santai, sampai kita lupa bahwa itu bukan punya kita, setelah habis ?? Kita akan terbiasa atau mencoba untuk lupa.

Hei, bukankah ini modus yang sedang populer belakangan ??

Lihat mereka para penghutang, bukankah banyak yang membiasakan diri untuk lupa, atau sengaja untuk menunda -sampai lupa- dengan dalih (atau harapan atau anggapan) si pemberi hutang masih punya, meski hutang dianggap gak ada.

Lihat mereka para penilang, dengan segala hukum dadakan yang mereka buat,dengan sopan mereka meminta kewajiban para pendosa, tanpa melaksanakan apa yang sudah menjadi kewajiban mereka, ehm boleh jadi mereka ini terbiasa disuruh ngambil korek yang ketinggalan, tapi kemudian dimasukin ke kantong sendiri, ga dikasihin ke mereka yang nyuruh ngambil korek.

Lihat mereka yang nampak suci dengan jubah gagah hasil korupsi … mungkin mereka amnesia.

Gimanapun, proses perpindahan suatu barang dari satu tempat ke tempat lain secara paksa dan atau tanpa izin dan atau tanpa diketahui oleh pemiliknya adalah mencuri , apapun bentuk dan caranya, mencuri tetap aja mencuri.

Terlalu naif memang jika menganalogikan ngehenya ilang korek , kampretnya hutang yang ga juga dibayar, gondoknya kena tilang yang padahal ga salah, sampai ke -ga tahu harus ngomong apa- korupsi.

Gue juga bukan orang suci yang bisa memvonis sama ke mereka yang ngelakuin itu semua, selama judul ini ditulis gue sembari inget inget tentang kemungkinan dan apa apa yang udah gue lakuin sebelumnya, tentang korek yang hilang, tentang hutang yang mengambang, tentang tanggung jawab yang dibiarkan, dan tentang apa apa yang dibicarakan di judul ini coba gue review, dan bahayanya gue termasuk dalam siklus ngehe ini baik sebagai subjek atau juga objek.

“what is necessary to change a person is to change his awareness of himself”

-Abraham H Maslow-

Tapi ini semua bukan tentang korek, ini tentang hal hal kecil yang terlanjur dibiasakan untuk dilupa …

Dan, bukankah hal hal besar terjadi karena hal hal kecil yang dibiasakan ???

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*