MOURINHO PERGI MENINGGALKAN PEDIH

oleh
“Selain kontroversi yang selalu menaungi dirinya, Mourinho juga salah satu pelatih yang terkenal nakal dan humoris. Lihatlah bagaimana luapan ekspresinya ketika klub yang ditanganinya berhasil mencetak gol”

Sebelumnya saya mengucapkan selamat kepada fans Chelsea dimanapun kalian berada atas kembalinya Mourinho ke Stamford Bridge. Mungkin Chelsea adalah klub paling beruntung di dunia, selain memiliki bos tajir, kembalinya Mourinho juga menjadi faktor mengapa saat ini fans Chelsea lebih suka memasang tagar #KTBFFH di segala akun media sosial dibanding “wasitnya kampret”, “kita kalah karena wasit” dan lain sebagainya. Kemenangan atas Manchester City dan Arsenal dalam dua derby terakhir yang dilakoni Chelsea juga mempertegas evolusi fans Chelsea dari level kecewa menjadi bahagia. Tak salah jika di press-conference pertama Mourinho saat dirinya resmi menjabat sebagai pelatih Chelsea menyebut dirinya sebagai The Happy One. Selain karena bahagia atas kepulangannya ke Stamford Bridge, Mourinho merasa bebas setelah di pasung saat mengarsiteki Real Madrid. Bagi Mourinho, Chelsea adalah segalanya seperti perkataannya

I think the best place to work on football is England

JoseMourinho4
Jose Mourinho
Credit Image to #isengisengwallpaper

Tak salah jika memang dirinya saat ini merasa bahagia kembali, dibanding musim pertamanya bersama Chelsea atau saat membawa Inter Milan meraih treble-winner. Fans Real Madrid pasti sangat membencinya, karena keputusan Mourinho saat membangku cadangkan ikon Santiago Bernabeu, Iker Casillas. Seraya keputusan Mourinho membuat seluruh fans Real Madrid merasa berang, Iker Casillas memang terlalu tampan untuk pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang; jatuh-bangun di area yang (biasanya) kotor, lumpur, bahkan rela patah tulang demi menyelamatkan bolanya. Toh, andai saja Casillas tidak menjadi pemain sepakbola, dia tetap kaya dan memiliki istri yang lebih cantik daripada Sara Carbonero. Bukan tanpa alasan Mourinho membangku cadangkan Casillas, selain faktor umur, Casillas juga tengah dibekap cidera ‘ringan’ saat ibu jarinya tak sengaja di tendang oleh rekan satu timnya. Mourinho ingin tim yang di asuhnya memiliki sosok penjaga gawang yang kokoh dan tentunya tidak manja. Hingga akhirnya Mourinho “memulangkan” Diego Lopez ke Santiago Bernabeu dan menjamin posisi sebagai kiper utama menggantikan Iker Casillas. Bagi, Diego Lopez ini adalah saatnya membuktikan kepada Florentino Perez bahwa dia (Diego Lopez) juga bisa menjaga gawang.

Mourinho memang manusia yang hidup dengan kontroversi di hidupnya, lebih baik saya mati dilindas truk daripada menjadi Mourinho. Hampir setiap hari media-media sepakbola selalu menyoroti dirinya, entah dari sisi kepribadian atau atmosfir yang di Mourinho ke dalam tim. Selain kontroversi yang selalu menaungi dirinya, Mourinho juga salah satu pelatih yang terkenal nakal dan humoris. Lihatlah bagaimana luapan ekspresinya ketika klub yang ditanganinya berhasil mencetak gol, Mourinho bisa saja melakukan tingkah yang menurut nalar kita terkesan idiot. Tapi inilah Mourinho dengan segala keunikannya, yang paling konyol adalah saat Fernando Torres berhasil membobol gawang Joe Hart kala Chelsea berhadapan dengan Manchester City akhir pekan lalu. Mourinho meluapkan emosi dengan cara berlari yang seakan-akan ingin memeluk Manuel Pellegrini, bahkan steward stadion pun bergegas menghalang Mourinho.

Mourinho memang penuh dengan kenangan, begitulah jika kita bertanya kepada fans FC Porto dan Inter Milan, dua tim yang pernah dilatih oleh Mourinho. Lihat saja betapa superior-nya Inter Milan hingga akhirnya menjadi tim pertama Italia yang berhasil meraih treble-winners. Ini bukan karena kerja keras Mourinho semata, skuat Inter Milan yang kala itu memang cukup solid menjadi acuan pertama mengapa Inter Milan sukses mempertahankan hagemoni tersebut. Materazzi adalah sosok pemain yang benar-benar merasa sangat kehilangan kala Mourinho dengan begitu saja pergi disaat klub yang diasuhnya sedang pesta pora mengangkat The Big Ear. Ini adalah klub kedua yang berhasil Mourinho bawa menjadi Champions of Europe, setelah FC Porto di tahun 2004. Dengan keberhasilan yang Mourinho torehkan bersama klub yang diasuhnya, sangatlah wajar jika Mourinho menganggap dirinya sebagai “The Special One”. Sial bagi Mourinho kala taipan Rusia memboyong dirinya ke Stamford selepas membawa FC Porto menjuarai Liga Champions Eropa, dengan target membawa Chelsea menjuarai Liga Champions. Tapi sayang, dewi fortuna tak berpihak pada Mourinho hingga akhirnya Abramovich, sang empunya Chelsea mendepaknya dari Stamford Bridge di tahun 2007.

Sepertinya Mourinho memang pelatih paling sial di Chelsea, selepas kepergiannya, Chelsea berhasil masuk final Liga Champions Eropa dibawah naungan pelatih Yahudi asal Israel yang nama dan karir kepelatihannya pun belum begitu meyakinkan, pelatih itu adalah Avram Grant. Mengapa sial? Ya, selama ditangani Mourinho, Chelsea hanya berhasil menembus hingga semi final Liga Champions. Hal yang sama pun terjadi kala Mourinho menangani Real Madrid, Mourinho hanya mampu membawa Real Madrid melangkahkan kakinya di semi-final. Bahkan di tahun terakhirnya di Real Madrid, tak satu gelarpun Mourinho persembahkan kepada Real Madrid. Mourinho pergi dari Santiago Bernabeu dengan segala kontroversi dan caci-maki Madridista yang menghujat karena keputusannya membangku cadangkan Iker Casillas dan segala bentuk keputusan yang dianggap menyalah gunakan nama Real Madrid sebagai klub terbaik dan terkaya dunia.

Banyak pihak yang menyayangkan kepergian Mou dari Madrid, tapi apa boleh buat, Real Madrid diatur oleh Florentino Perez yang notabene juga Presiden klub. Karir Mourinho di La Liga toh juga tidak mengecewakan, Mourinho berhasil membawa Real Madrid menjuarai La Liga walaupun hanya sekali. Sebelum meninggalkan Madrid, Mourinho memberi pesan bahwa keberadaan dirinya di La Liga telah meruntuhkan dominasi Barcelona.

Tengah pekan ini, ada sebuah reuni mengharukan antara Mourinho dan Mesut Oezil yang saat ini membela Arsenal. Kali ini Mourinho dan Oezil dalam posisi saling berlawanan, Mourinho dari segi taktik dan Oezil dari segi merubah taktik Mourinho. Mourinho menang, bersama Chelsea dan gol Juan Mata dan Azpilicueta. Ada moment menarik yang diperlihatkan Mesut Oezil dan Jose Mourinho, saat Oezil memberikan jersey yang dipakainya untuk Mourinho yang telah Oezil anggap sebagai ayah. Ya, Mourinho memang pelatih kontroversi dan penuh kenangan manis. Saya yakin, semua fans klub apapun akan setuju dengan ini.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Esai

Go to Top