BENVENUTO ERICK THOHIR

oleh

Media olahraga di Indonesia, dan juga Italia … Dua hari ini membahas satu topik yang sama..  Tentang takeover 70% saham FC Internazionale oleh Erick Thohir, pengusaha asal Indonesia. Dengan bergantinya kepemilikan Inter dari Massimo Moratti ke Erick Thohir menjadikan Inter sebagai klub italia pertama yang dimiliki oleh pengusaha asal Asia.

Ini jadi dilema untuk saya dan (mungkin) teman teman Interisti di Indonesia. Kenapa ?? Di satu sisi, akan ada rasa bangga sebagai orang Indonesia karena klub favoritnya klub yang dicintainya dimiliki oleh salah satu anak bangsa, Tapi di sisi lain akan ada rasa takut dan akan ada pertanyaan apakah sang pemilik baru memiliki rasa cinta yang sama terhadap klub yang kami cintai ??

Terlebih orang yang digantikan oleh Erick Thohir adalah Massimo Moratti, Interisti nomer satu saat ini, dan untuk sebagian besar Interisti Indonesia di generasi sekarang merasakan “perjalanan ke-interistian-nya” dibawah kekuasaan Moratti, Tentu semua ingat apa saja yang telah dilakukan Moratti untuk Inter. Bahkan untuk Inter Moratti rela mengeluarkan semua yang dia punya, hanya untuk kesuksesan Inter.

Lalu bagaimana dengan Erick Thohir ?? Siapa dia ?? Jujur saya sendiri baru tahu tentang Pak Erick begitu ada kabar ketertarikannya membeli saham Inter, dari situ saya mulai mencari tahu tentang dia. Hasilnya ?? Menurut informasi yang saya dapatkan, dari berbagai sumber Pak Erick adalah pemilik berbagai perusahaan di Indonesia. Di bidang olahraga justu bukan sepakbola yang menjadi olahraga Favorit Erick Thohir, tetapi basket, terbukti dia pernah menjabat sebagai ketua PERBASI medio 2006-2010, lebih hebat lagi Erick adalah Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara. Sebelum mengakuisisi Inter, saat ini Erick tercatat sebagai pemilik saham mayoritas DC United (Klub sepakbola di Amerika Serikat) dan juga Philadelpia Sixers (Klub NBA). (selengkapnya tentang personil Erick Thohir baca disini = > ERICK THOHIR)

Baru setahun menjabat sebagai pemilik klub, DC United dibawah Erick Thohir berhasil meraih gelar US Open Cup 2013 (Piala FA-nya MLS) DC United sendiri terakhir meraih gelar juara pada tahun 2008. Berkat tangan dingin Erick ?? Bisa jadi.

Erick Thohir sendiri bukan orang asing pertama yang menguasai klub sepakbola di italia, sebelum ini Roma sudah terlebih dahulu diambil alih oleh para pengusaha dari Boston, Amerika Serikat. Jauh sebelum itu di Inggris, Perancis dan Spanyol para investor asing sudah lebih dulu “menitipkan” uangnya di klub sepakbola. Di luar rasa cinta nya terhadap klub sepakbola yang dimiliki oleh para investor asing, mereka pasti akan melakukan yang terbaik untuk kemajuan dan prestasi klub tersebut, dari segi bisnis tentu saja semakin tinggi prestasi yang diraih semakin tinggi pula kemungkinan pundi pundi uang bertambah, bisa dilihat dari apa yang telah dilakukan Sheikh Mansour di Manchester City, atau Saudagar Minyak dari Qatar di Paris Saint Germain. Mereka tak segan mengeluarkan ratusan juta dollar untuk menjadikan klub nya menjadi klub yang terbaik.

Mungkin saaat ini posisi Erick Thohir sama halnya seperti Malcolm Glazer di awal kekuasaannya di Manchester United, ditolak oleh fans, tapi seiring prestasi yang dihadirkan Glazer saat ini (mungkin) bisa lebih “diterima” oleh fans. Atau saya pribadi lebih berharap Erick Thohir menjadi “New Abramovich” , dari sudut pandang saya Abramovich di Chelsea adalah Pemilik asing yang paling mencintai klub yang dia punya. Hampir di setiap match Chelsea yang saya lihat, Abramovich ada di stadion, bahkan di laga tandang sekalipun, kontribusi nya untuk klub ?? Abramovich di Chelsea mengingatkan saya pada Moratti di medio akhir 90-an dan awal 2000-an.

Terlepas mau menjadi seperti siapa Erick Thohir nantinya, saya pribadi berharap take over yang dia lakukan saat ini, murni untuk bisnis, bukan sebagai “media politik”  seperti kabar miring yang beredar.

Sepakbola bukan melulu tentang uang dan kekuasaan, harus ada cinta yang ditanamkan di dalamnya, untuk apa ?? Untuk lebih mendapatkan passion yang luar biasa di dalam sepakbola itu sendiri, agar nantinya, saat gelar juara didapat rasa bangga yang kita rasakan akan berlipat, atau kasus paling buruk saat prestasi tak kunjung datang, rasa cinta itu akan menuntun kita untuk lebih ikhlas dalam menerima naik turunnya prestasi klub.

Dear Pak Erick Thohir, selamat datang di klub yang kami cintai …

Jadilah legenda baru disini, jikapun sulit untuk itu, jadilah orang yang tidak dibenci oleh kami, fans.

Buat sejarah baru yang lebih baik untuk Inter.

Jika Moratti percaya pada anda, kami pun akan (mencoba) untuk percaya pada anda.

Grazie Massimo Moratti Benvenuto Erick Thohir.

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Esai

Go to Top