Promosi (Harus Mau) Rugi

oleh

Beberapa hari lalu gue sempet posting tentang blog gue yang baru  #isengisengwallpaper dan mulai aktif lah gue bikin kegiatan disitu.  Cukup ?? enggak ternyata, ada poin penting yang harus dilakuin. Poin yang nentuin apakah blog lu bakal diakuin atau malah malu-maluin. Promosi. Sebelumnya sih, gue posting wallpaper gue cuma share gambar di twitter / facebook (plus mention orang-orang yang mungkin interest), udah. dengan gitu seengganya ada kemungkinan hasil gue dilihat orang, tapi sekarang, mau gamau gue harus nambah sedikit promosi, biar mereka yang lihat juga mau ngorbanin sedikit kuota internetnya kepake buat buka blog gue.

Dan itu bikin dilema, saat gue promosi otomatis gue harus ngtweet atau ngpost status facebook lebih banyak,  yang artinya bakal lebih banyak “sampah” di timeline temen-temen gue. Kalo dianggap ga penting, mungkin bakal banyak yang protes. Kadang bingung, cara apalagi yang harus gue pake buat promosi ,, saat saat kaya gini nih gue butuh banget masukan dan ilmu dari para jomblo.

Kenapa ??

Kaya di tulisan gue yang ini akan ada masanya saat dimana kita, manusia yang sudah jadi manusia akan butuh bantuan mereka para jomblo, kebingungan gue kali ini tentang masalah promosi, gue harus mencontoh mereka. Yaa kaya yang kita semua tahu, emang mereka juga punya banyak masalah yang ga bisa kita tebak apa aja, ditambah lagi ga ada orang yang motivasi dan nemenin mereka disampingnya, makin memperparah kondisi batin mereka.

Tapi lihat cara mereka bertahan hidup, mereka ga putus semangat untuk nemu jalan terang yang nyaris ga mungkin di kegelapan status mereka, mereka bakal tetep nunjukin kedunia kalo mereka (kayanya) ada. Mungkin lu semua sering liat trik trik modus yang dilakuin mereka, para jomblo yang budiman. Ga semua orang berani malu untuk ngemodus, ga semua orang punya stock perbendaharaan kata untuk coba ngerayu calon korban.

Kemampuan lobby melobby para jomblo udah kaya aktivis MLM, jago ngomong, nihil hasil. Mereka bakal nunjukin semua yang mereka punya, kalo ga punya apa apa buat ditunjukin, ga sedikit yang nyoba niru cara yang udah dilakuin sama jomblo lainnya, tren saat ini disebutnya #solidaritasJomblo , ga salah sih menurut gue untuk lu niru orang lain yang lebih berhasil, tapi sebisa mungkin tetep nunjukin sisi originalitas yang elu punya, apapun itu.

Tapi mungkin ga semua orang suka sama aksi mereka pas lagi ngemodus untuk promosiin diri mereka, dan percayalah itu semua ga akan sedikitpun ngaruh ke tujuan mereka, mereka akan terus terus dan terus untuk berusaha promosi, diterima syukur, ga diterima ?? coba lagi.

Sifat itu yang harus gue contoh, ga tahu deh apa muka gue cukup tebel untuk kaya gitu. Tapi yaa gimana, saat kita bikin blog, otomatis kita pengen donk blog kita dilihat orang, at least adalah harapan untuk itu, tanpa promosi, orang lain ga akan tahu apa yang kita bikin, yaa mungkin ada jomblo jomblo yang baca tulisan ini, terus mau ngajarin gimana caranya buat promosi, kalo bagus, pasti gue ikutin, tapi gue tetep berusaha nunjukin sesuatu yang beda, yang gue punya.

Dan mungkin, ada kalanya gue harus bisa tebel muka, untuk terus nyampah dan promosiin blog gue. Tapi semoga enggak ada yang nganggap apa yang gue bikin sebagai sampah. Karena, yang gue tahu, Kalo karya seni dianggap sampah, penggiat seni sudah lama mati.

promote
Photo Credit : Gamemarketeers.com

Lelaki yang menulis ketika anak dan istrinya sudah tidur | Pembaca buku yang lambat | Pemimpi yang arogan | Karyawan swasta yang ingin pensiun | Mau liburan tapi gak punya cuti | Percaya bumi itu, bulat atau datar? | Terimakasih telah berkunjung, semoga menyenangkan. Jika berkenan, silakan baca tulisan kami yang lainnya. Untuk bisnis dan kerja sama silakan hubungi saya melalui halaman kontak

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Yang lainnya dari Blog

Pembimbing Utama

Saya yang sedang mencoba mempelajari kembali Bahasa Indonesia sempat menjadi menyebalkan ketika,

Mobil, Tiang & Benjol

Sudah satu minggu semenjak nusantara dihebohkan oleh berita kecelakaan lalu lintas yang

Kurang Piknik

Frasa ‘kurang piknik’ kerap digunakan untuk menandai orang-orang yang dianggap memiliki sensitivitas

Sepatu

Salah seorang pesohor di media sosial membuat sebuah kliping, potongan gambar berita

Penulis Murah(an)

Beberapa waktu yang lalu, di twitter, saya mengunggah tangkapan layar dari sebuah
Go to Top