Dark

Light

Dark

Light

Scroll to top

Berhenti sejenak. untuk,
Langkah Selanjutnya

.. untuk semua yang telah dan akan menjadi cerita ...

andhikamppp
Posted by andhikamppp
21 June 2016

Dua Puluh Satu Juni

Butiran embun menetes terburu-buru menggenapi tanah yang dari semalam sudah basah. Hanya sebentar sebelum kemilau asa dari ufuk timur datang untuk menghilangkan sisa-sisa hujan semalam, sedikit demi sedikit menghangatkan sejuta keinginan. Aku menatap bumi melalui kaca yang terbingkai dari dalam kotak besi yang bergerak perlahan, menegangkan.  Aku tidak bisa tidak tersenyum setiap kali mengingat kata bijak itu. Pagi adalah sebuah berkah yang indah, tak masalah ia datang dalam cerah atau mendung karena bagaimanapun pagi adalah awal untuk memulai sesuatu yang disebut kehidupan. Pun dengan pagi ini, ketika aku akan memulai sebuah cerita panjang kehidupan.

Pukul enam tiga puluh tepat. Di bawah pohon beringin besar yang terbaris rapi -yang seolah dipaksa untuk tumbuh berdekatan burung-burung gereja berkicau riuh. Satu dua malah hinggap dekat trotoar pejalan kaki. Berloncat-loncatan saling menggoda pasangan. Aku memerhatikannya, terpesona melihat burung-burung yang sedang mabuk cinta. "Sudah siap??" kaca diketuk dari luar, orang yang entah siapa tak kukenal bertanya dengan ramah.  Aku menarik nafas dalam sekali, lalu tersenyum, ada jeda beberapa saat sebelum aku sempat untuk menjawab, kemudian kututup dengan anggukan kecil. Duhai, pagi ini sungguh akan menjadi luar biasa dan semoga saja semesta sudi untuk bekerja sama.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
10 April 2016

Satu Tahun Yang Lalu

"Sudah pembukaan empat, Pak" perawat berusaha menjelaskan setelah berulang kali aku menanyakan kondisi istri yang saat ini sedang terbaring di unit gawat darurat. Beberapa menit yang lalu aku menerobos masuk pintu rumah sakit meminta pelayanan terbaik untuk istriku yang sejak sore tadi merasakan nyeri luar biasa di perutnya. Untunglah tidak terlambat, taxi yang kupesan datang tepat waktu, jalanan kota yang sepi membuat perjalanan dari rumah ke rumah sakit bisa ditempuh kurang dari sepuluh menit. "Silakan Bapak pulang dulu untuk membawa perlengkapan. Kami akan membawa istri bapak ke ruang persalinan. Mungkin harus menginap dua-tiga hari. Tak usah terburu-buru, Pak. Masih banyak waktu. Jika lancar, mungkin tujuh sampai delapan jam lagi" perawat itu dengan tenang menjelaskan. Aku tersenyum, menunjuk ke arah kursi yang sudah aku duduki satu jam terakhir "Sudah saya bawa, Mbak".

Pukul satu lewat tiga puluh dini hari. Aku melihat penunjuk waktu pada layar telefon genggam lalu kuputuskan untuk melakukan panggilan suara. Sepanjang yang aku ingat, ini adalah panggilan suara paling pagi yang pernah aku lakukan. "Sudah pembukaan empat, Bu. Kata perawat mungkin baru pagi nanti. Doakan saja lancar semuanya. Iya, Bu. Pakai bus pertama masih sempat kok. Hati-hati" panggilan suara selesai beberapa kalimat setelahnya. Aku memberitahukan kondisi istri kepada ayah dan ibu dirumah. Tak lama setelahnya aku menghubungi orang tua istri dengan kalimat dan informasi yang lebih kurang sama persis.

"Pak, sudah pembukaan lima" kata perawat bergegas menuju ruang persalinan. Aku ikut menyusul, demi melihat istri yang makin kepayahan, aku berusaha untuk tetap tersenyum.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
5 November 2020

Meninggalkan Warung Blogger

Halo. Apa kabar? Iya, saya baik-baik saja. Sudah mulai menua memang. Tapi masih tetap tampan jika kamu ingin tahu. Kabar kamu gimana? Sehat, kan? Masih betah #dirumahaja? Mari kita bersemoga agar semua masalah, musibah dan hal lain yang membuat kita semua berkeluh kesah bisa segera berakhir. Melihat perkembangan di luar sana, tampaknya pembatasan sosial masih akan berlangsung cukup lama. Bersiaplah seperti bagaimana seharusnya. Saya? Saya juga. Meski sebenarnya saya sudah terlebih dahulu melakukan pembatasan sosial. Jauh. Jauh sebelum pandemi dimulai.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
6 April 2020

Cepat Sembuh, Bumi!

Berbilang empat-lima minggu semenjak penguasa mengumumkan kasus Corona pertama di negeri ini. Maklumat yang tentu menampar habis sikap abai yang dipertontonkan segelontor pejabat dengan segala narasi canda yang menjemukan beberapa waktu sebelumnya. ‘Sedia Payung Sebelum Hujan’. Masing-masing kita tumbuh dengan memaknai pepatah itu. Kita diajarkan betul bagaimana seharusnya kita mempersiapkan banyak hal untuk setiap masalah yang mungkin muncul kemudian. Di kasus ini, ‘hujan’ telah datang, dan kita sama-sama tahu bahwa banyak hal yang sama sekali belum kita siapkan. Corona, nama ‘hujan’ itu, benar-benar membuat kita kebasahan.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
16 March 2020

Kenapa Saya Menulis?

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah notifikasi di salah satu akun media sosial yang saya miliki. Pesan dari seorang teman sekolah di kala saya masih bocah, isinya: sebuah ajakan untuk bergabung dengan grup diskusi alumni pada sebuah layanan pesan singkat. Saya iyakan ajakan tersebut. Menyenangkan rasanya dapat kembali bertegur sapa, meski maya, dengan mereka yang sudah bertahun-tahun alfa hadir di lingkaran kita. Seperti layaknya jutaan grup diskusi yang baru dibuat, di sana ratusan pesan hadir kemudian. Laju diskusi tak terbendung. Dalam sebuah canda, perpindahan kata melebihi kecepatan cahaya, bahasan baru muncul sebelum yang lain selesai. Ia benar-benar tak menyisakan tempat rehat kepada mereka yang memilih tidak diam. Dari banyak sekali cerita, saya mendapat satu giliran pertanyaan: “kamu nulis juga?”.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
25 January 2020

Setelah Liburan

Menyebalkan, sih, ketika melihat para jagoan kecil kepayahan karena sakit. Adik diare. Dehidrasi. Di usianya yang genap menyentuh angka enam bulan ia terpaksa harus dirawat demi memastikan cairan di dalam tubuhnya stabil. Melihat cairan infus ditanam di lengannya. Aduh, ayah enggak kuat, dek. Dan beberapa hari kemudian, kakak menyusul. Demam tinggi beberapa hari disertai batuk yang luar biasa menggelegar. Kakak menjadi pemurung, diam hampir sepanjang hari. Hilang kakak yang selalu riang, loncat ke sana kemari. Berat badannya turun. Beberapa kali orang yang melihat berkomentar: “kakak kok kurusan”. Ayah bunda sedih mendengarnya.

Read More

Ini Saya ...

Mengenal lebih dekat

Hi, terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Saya adalah seorang ayah, suami, anak, adik, kakak dari manusia-manusia luar biasa.  Menulis di blog sejak akhir 2011 , dan (sebenarnya) berkeinginan untuk bisa konsisten dalam menulis.

Kontak

Ingin berdiskusi lebih lanjut?

Social Media:


Direction
Cikarang.
Kabupaten Bekasi, 17550
Indonesia

Paling Banyak Komentar

Atau boleh pilih sesuai kategori yang kamu mau baca...

  • All
  • *
  • Blog
  • Cerpen