Anak-Kecil-Itu
Cerpen

Anak Kecil Itu

Suatu hari, pagi datang dengan sebagaimana mestinya. Embun yang beberapa waktu sebelumnya berjatuhan, memberikan nuansa sejuk pada pagi, kini telah digantikan cahaya fajar yang hangat. Satu dua orang berjalan cepat dengan telapak kaki dibiarkan telanjang menginjak bumi yang belum panas. Satu dua lainnya berlari lambat demi keringat dan banyak harapan gumpalan lemak di dalam perut segera enyah. Sepagi itu pula, saat para ayam pejantan sudah kembali masuk kandang setelah lelah berkokok panjang membangunkan manusia dari lelapnya tidur malam tadi, di rumah berluas beberapa bata saja ada seorang anak kecil dengan bau asam keringat yang menyenangkan sedang tertawa, terbahak sebegitu riang. Barisan gigi yang tumbuh belum sempurna diperlihatkannya dengan sengaja. Menggemaskan sekali. Ia berlari kesana-kemari sebelum terjatuh karena tak siap. Menangis sekejap sebelum kembali berlari. Lalu menari. Sembari mengulang tawa dengan begitu memesona. Lanjutkan Membaca

MOST COMMENTED

Family

Satu Tahun Yang Lalu

“Sudah pembukaan empat, Pak” perawat berusaha menjelaskan setelah berulang kali aku menanyakan kondisi istri yang saat ini sedang terbaring di unit gawat … Lanjutkan Membaca

Credit photo : Slice the cake Band Camp

Mempercantik

Dalam kaidah kebahasaan cantik berarti elok, molek, atau tentang sesuatu yang indah dalam bentuk dan buatannya. Dalam narasi konservatif cantik seringkali dibatasi … Lanjutkan Membaca

IjabKabul

Dua Puluh Satu Juni

Butiran embun menetes terburu-buru menggenapi tanah yang dari semalam sudah basah. Hanya sebentar sebelum kemilau asa dari ufuk timur datang untuk menghilangkan … Lanjutkan Membaca

Anak Kecil Itu

oleh

Suatu hari, pagi datang dengan sebagaimana mestinya. Embun yang beberapa waktu sebelumnya berjatuhan, memberikan nuansa sejuk pada pagi, kini telah digantikan cahaya fajar yang hangat. Satu dua orang berjalan cepat dengan telapak kaki dibiarkan telanjang menginjak bumi yang belum panas. Satu dua lainnya berlari lambat demi keringat dan banyak harapan gumpalan lemak di dalam perut segera enyah. Sepagi itu pula, saat para ayam pejantan sudah kembali masuk kandang setelah lelah berkokok panjang membangunkan manusia dari lelapnya tidur malam tadi, di rumah berluas beberapa bata saja ada seorang anak kecil dengan bau asam keringat yang menyenangkan sedang tertawa, terbahak sebegitu riang. Barisan gigi yang tumbuh belum sempurna diperlihatkannya dengan sengaja. Menggemaskan sekali. Ia berlari kesana-kemari sebelum terjatuh karena tak siap. Menangis sekejap sebelum kembali berlari. Lalu menari. Sembari mengulang tawa dengan begitu memesona. Lanjutkan Membaca

Tentang Berpindah

oleh

Menunggu jelas bukan suatu kebiasaan, yang jika dalam waktu normal, sudi untuk saya lakukan. Terlebih jika dalam prosesi menunggu itu saya harus memerhatikan suatu objek yang membosankan. Astaga, bukankah itu membosankan sekali? Tapi dalam beberapa waktu terakhir, empat minggu kalau tidak salah, saya terpaksa harus melakukannya, beberapa kali bahkan dilakukan sedari pagi diam di satu tempat hanya bergerak beberapa langkah sampai senja melewati kepala demi suatu upaya untuk mempercantik suatu benda  yang nantinya akan menjadi peneduh ketika semesta sedang tidak bersahabat. Ketika Anda membaca tulisan ini, boleh jadi saya sudah berada di suasana baru, di tempat itu, tempat yang selama empat minggu ini selalu saya tunggui demi memerhatikan, memastikan prosesnya berjalan dengan baik-baik saja. Karena bukankah mereka, kita, para manusia seringkali lebih menunjukan potensi dan kemampuan ketika sedang diperhatikan?

Ah, sudahlah. Sebelum omong  kosong ini terlalu panjang. Saya ingin sedikit bercerita tentang apa yang sedang saya lakukan, yang seringkali melibatkan banyak sekali perasaan, tentang… berpindah. Lanjutkan Membaca

Dari Paolo Untuk Javier

oleh

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika aku menuliskan ini kepadamu. Aku tentu saja tidak semahir Pier Paolo Pasolini dalam menderetkan kata-kata, namun aku merasa memang harus menuliskan ini, dan secara khusus, tulisan ini memang sengaja aku kutujukan kepadamu. Izinkan aku mengawali nya dengan sebuah cerita yang mungkin belum pernah kau dengar sebelumnya.

Februari 2003. Aku mungkin lupa tepatnya, namun aku jelas masih mengingat dengan baik kala seorang staff mendatangi ku dan memberitahu sebuah kabar yang mengejutkan. Ada seorang anak yang kabarnya mengidolakan aku dan sangat ingin bertemu denganku. Aku lalu berkata ke staff tersebut untuk mengajak saja anak tersebut ke sini dan aku akan menemui nya setelah berlatih. Namun, kemudian staff ku tersebut bercerita bahwa anak yang bernama Andrea tersebut mengidap leukemia dan dokter sudah memvonis bahwa waktu hidupnya tidak lama lagi dan mustahil baginya bepergian meninggalkan rumah sakit apalagi datang ke Milanello. Lanjutkan Membaca

Menjadi Seorang Pelatih

oleh

Sebagai pecinta sepakbola bukan sekali dua kita mengutuk tim yang kita dukung ketika menuai hasil negatif. Dalam sekali waktu, para pemain seringkali dikambing-hitamkan atas kegagalan sebuah kesebelasan meraih poin penuh. Salah? Tidak juga. Wajar saja jika menyalahkan pemain menjadi sebuah kelaziman karena bagaimanapun mereka itulah yang menjadi penentu arah permainan. Baik-buruknya sebuah hasil dalam pertandingan sepakbola sangat bergantung oleh kaki-kaki yang bermain di atas lapangan. Namun, semua skenario yang terjadi di lapangan sangat bergantung terhadap olah pikir orang lain yang boleh jadi dalam satu pertandingan sama sekali tidak pernah menendang bola, hanya berjalan memutar pada kotak yang sempit. Ya, dalam banyak kasus, pelatihlah yang paling bertanggung jawab terhadap kelangsungan sebuah pertandingan sepakbola. Apa yang dilakukan pemain, sedikit banyak hanya kepanjangan dari  pelatih. Mengejewantahkan taktik dan strategi dari olah pikir para pelatih.

Lanjutkan Membaca

Mempercantik

oleh

Dalam kaidah kebahasaan cantik berarti elok, molek, atau tentang sesuatu yang indah dalam bentuk dan buatannya. Dalam narasi konservatif cantik seringkali dibatasi dan dikotakan kepada paparan bentuk muka saja. Padahal cantik tidak sesederhana itu. Tentang cantik berarti ia akan berbicara tentang banyak hal. Cantik adalah apapun tentang keindahan rupa dalam bentuk apapun penyajiannya. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana kita mendefinisikan kecantikan dalam bentuk yang baku. Kita yang abai perihal kebakuan dari definisi cantik seolah mengharuskan kita membuat batasan-batasan diskriminatif atas cantik itu sendiri. Dan karenanya, cantik menjelma jadi rupa yang relatif. Yang terjadi kemudian adalah kita yang kerap kali berupaya mempercantik suatu rupa demi merusak relativitas tentang cantik untuk banyak sekali alasan. Lanjutkan Membaca

Go to Top