Blog

Kurang Piknik

Frasa ‘kurang piknik’ kerap digunakan untuk menandai orang-orang yang dianggap memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap suatu hal atau bahasan tertentu. Biasanya orang-orang yang dilabeli ‘kurang piknik’ itu ia yang mudah tersinggung, marah-marah tidak jelas atau baper –jika boleh meminjam bahasa kekinian-  ketika dalam suatu forum diskusi, di manapun itu, membahas hal yang boleh jadi tidak ia suka dan tidak ia sepakati. Malah dalam kasus yang lebih parah orang-orang ‘kurang piknik’ itu kerap muncul di waktu tak terduka. Ia hanya melihat, atau mendengar, namum merasa terlibat. Seolah dunia terlalu senggang dan cukup banyak waktu untuk membicarakan dirinya belaka. Lanjutkan Membaca …

Most Commented

Anak Kecil Itu

Suatu hari, pagi datang dengan sebagaimana mestinya. Embun yang beberapa waktu sebelumnya berjatuhan, memberikan nuansa sejuk pada pagi, kini telah digantikan cahaya … Lanjutkan Membaca ...

Satu Tahun Yang Lalu

“Sudah pembukaan empat, Pak” perawat berusaha menjelaskan setelah berulang kali aku menanyakan kondisi istri yang saat ini sedang terbaring di unit gawat … Lanjutkan Membaca ...

Kupu-Kupu Malam

Ia berdiri di dalam hujan yang berjatuhan perlahan, bersandar pada sebatang tiang dengan lampunya yang mulai padam. Ia, wanita itu, hanya menatap … Lanjutkan Membaca ...

Kurang Piknik

oleh

Frasa ‘kurang piknik’ kerap digunakan untuk menandai orang-orang yang dianggap memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap suatu hal atau bahasan tertentu. Biasanya orang-orang yang dilabeli ‘kurang piknik’ itu ia yang mudah tersinggung, marah-marah tidak jelas atau baper –jika boleh meminjam bahasa kekinian-  ketika dalam suatu forum diskusi, di manapun itu, membahas hal yang boleh jadi tidak ia suka dan tidak ia sepakati. Malah dalam kasus yang lebih parah orang-orang ‘kurang piknik’ itu kerap muncul di waktu tak terduka. Ia hanya melihat, atau mendengar, namum merasa terlibat. Seolah dunia terlalu senggang dan cukup banyak waktu untuk membicarakan dirinya belaka. Lanjutkan Membaca …

Sepatu

oleh

Salah seorang pesohor di media sosial membuat sebuah kliping, potongan gambar berita daring, yang merekam sepak terjang perjalanan Sang Gubernur Ibukota dan, tentu saja, wakilnya semenjak pertama kali mereka menjabat sampai hari ini dan sampai kapan entah. Sebagian berita sempat saya baca utuh, untuk kemudian saya tertawa bahak (atau malah kesal bukan main) sebagian yang lain hanya saya baca judulnya saja untuk kemudian menggeleng heran. Dari banyak hal satu yang paling saya ingat adalah tentang keengganan Sang Wakil menggunakan sepatu pantopel sebagai alas kaki untuk ia berangkat kerja. Untuk kali ini saya ingin mengangkat tangan lima jari tinggi-tinggi kemudian berujar: “Bang, tos donk kita!Lanjutkan Membaca …

Penulis Murah(an)

oleh

Beberapa waktu yang lalu, di twitter, saya mengunggah tangkapan layar dari sebuah situs penyedia jasa kerja yang salah satunya adalah jasa menulis lepas. Beberapa orang teman yang memiliki minat sama dalam menulis memberikan respon untuk tangkapan layar yang saya unggah tersebut. Responnya mayoritas negatif. Saya menebak, mereka boleh jadi mengerenyitkan dahi ketika melihatnya. “Ini apa!?” Mungkin itu yang ada di benak mereka. Tambahkan tanda seru dan tanda tanya sekaligus jika diperlukan. Seratus biji. Bagaimana tidak, tangkapan layar itu menunjukan sebuah lowongan pekerjaan tulis lepas yang berisi persyaratan luar biasa njlimet dengan bayaran yang memprihatinkan. Rp 170.000 untuk 10 artikel. Sekali lagi, seratus tujuh puluh ribu rupiah untuk sepuluh artikel. Lanjutkan Membaca …

Tim Kerja Impian Gubernur Baru

oleh

Bapak Anies, Bang Sandi saya tahu ini baru beberapa hari semenjak Anda berdua menjabat. Dan tentu saja belum gajian, yang berarti, kalau paket data Anda berdua habis, masih harus menunggu sampai akhir bulan sampai paket data itu kembali diperpanjang. Tapi setelah beberapa hari kerja, Anda berdua sudah tahu, lah ya, password wifi di balai kota. Atau paling enggak, sekarang sudah tidak terlalu malu, kan, kalau harus ikut tethering dari senior-senior di balai kota? Nah, jikalau begitu, setelah mendapatkan wifi tebengan tentu Anda dapat membaca tulisan ini, tulisan yang saya buat akibat ulah salah satu pemuja Anda berdua yang menghalalkan segala cara untuk ikut membantu menyukseskan program-program yang sudah Anda, Bapak Anies dan Bang Sandi, buat. Termasuk salah satunya dengan cara membentuk tim kerja impian untuk Anda berdua. Lanjutkan Membaca …

Cinta Seorang Hina

oleh

Tak pernah ada yang dapat mengalahkan gempitanya pasar yang bertransaksi. Suara ibu menawar yang lantang hanya dapat dikalahkan oleh suara ibu yang lain yang menolak tawaran. Sebuah negosiasi yang disepakati dengan tanda jadi. Abang-abang yang menjaja barang tak sudi kalah dalam riuh rendah. Ia mencoba menarik hati ibu lain yang masih menimbang-nimbang hendak makan apa nanti malam. Sekali dua mereka saling bercerita, menjadi mitra terbaik bagi para ibu untuk mengumbar dosa melalui kata. Aku memperhatikannya, dengan satu buah gitar tua di tangan, yang terbengkalai tanpa guna. Aku berbalik arah, langkahku gontai, tak sanggup mengalahkan keramaian pasar. Di belakang, para pedagang tertawa girang, sudah banyak uang yang mereka bisa bawa pulang. Lanjutkan Membaca …

Go to Top