zootopia-review
Review

Siapapun Bisa Menjadi Apapun

Sebagai makhluk yang diciptakan dengan akal dan pikiran manusia memiliki kebebasan yang luar biasa besar untuk bermimpi, menjadi apa saja. Buruk ?? Tentu saja tidak, dengan memiliki mimpi terkadang manusia bisa menembus batasan-batasan diri yang –entah dari mana asalnya membuat si manusia berkemauan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan memiliki mimpi dan upaya untuk meraihnya manusia bisa menjadi seperti apa yang mereka maui, menjadi apa saja. Hanya saja, tidak semua manusia memiliki pemikiran dan kemauan sepositif itu. Beberapa dari mereka akan menjadi manusia sebaliknya. Naif, pesimis, pasrah akan keadaan dan malas untuk bermimpi apalagi sampai harus berjuang. Dari pemikiran negatif seperti itu akan muncul konflik baru yang lebih rumit dalam kehidupan manusia. Menghalalkan segala cara misalnya, atau penindasan? atau apapunlah.

Membingungkan?? Ubah kata ‘manusia’ di atas dengan ‘hewan’, maka anda akan menemukan sebuah gambaran kasar tentang Zootopia. Sebuah film yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan : cita-cita, semangat juang dan prasangka.

Lanjutkan Membaca

MOST COMMENTED

Family

Satu Tahun Yang Lalu

“Sudah pembukaan empat, Pak” perawat berusaha menjelaskan setelah berulang kali aku menanyakan kondisi istri yang saat ini sedang terbaring di unit gawat … Lanjutkan Membaca

IjabKabul

Dua Puluh Satu Juni

Butiran embun menetes terburu-buru menggenapi tanah yang dari semalam sudah basah. Hanya sebentar sebelum kemilau asa dari ufuk timur datang untuk menghilangkan … Lanjutkan Membaca

pencil

Awal Cerita

“Memang Abang punya blog ??” Adit tak puas,  membuatku yang baru saja berniat untuk beranjak pindah ke ruang tamu, terpaksa harus menundanya … Lanjutkan Membaca

Siapapun Bisa Menjadi Apapun

oleh

Sebagai makhluk yang diciptakan dengan akal dan pikiran manusia memiliki kebebasan yang luar biasa besar untuk bermimpi, menjadi apa saja. Buruk ?? Tentu saja tidak, dengan memiliki mimpi terkadang manusia bisa menembus batasan-batasan diri yang –entah dari mana asalnya membuat si manusia berkemauan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan memiliki mimpi dan upaya untuk meraihnya manusia bisa menjadi seperti apa yang mereka maui, menjadi apa saja. Hanya saja, tidak semua manusia memiliki pemikiran dan kemauan sepositif itu. Beberapa dari mereka akan menjadi manusia sebaliknya. Naif, pesimis, pasrah akan keadaan dan malas untuk bermimpi apalagi sampai harus berjuang. Dari pemikiran negatif seperti itu akan muncul konflik baru yang lebih rumit dalam kehidupan manusia. Menghalalkan segala cara misalnya, atau penindasan? atau apapunlah.

Membingungkan?? Ubah kata ‘manusia’ di atas dengan ‘hewan’, maka anda akan menemukan sebuah gambaran kasar tentang Zootopia. Sebuah film yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan : cita-cita, semangat juang dan prasangka.

Lanjutkan Membaca

Resep Masakan Modern Macaroni Schotel

oleh

Berbicara mengenai makanan sebenarnya Indonesia adalah surganya, dengan negara yang penduduknya berasal dari syukur dan pulau yang berbeda-beda membuatnya kaya akan hidangan. Tipe lidah mereka memiliki selera yang berbeda sehingga tak memungkiri bahwa sebenarnya mulai dari bahan, bumbu hingga cara pengolahan juga berbeda-beda. Dari satu tempat ke tempat lain maka sangat diwajibkan bagi Anda untuk menjajal kuliner khasnya. Hanya saja tak memungkiri hawa terkadang orang memiliki keinginan tak hanya mencoba resep-resep tradisional saja, melainkan juga resep masakan modern.

Ada berjajaran warung atau rumah makan yang sajikan menu tersebut bagi Anda, mungkin sekali dua kali harus menyesuaikan dengan lidah, namun semakin sering terkadang membuat penikmatnya menjadi ketagihan. Anda sendiri sebenarnya tak hanya bisa menjadi penikmat melainkan juga belajar dalam membuatnya, mengingat sudah banyak buku resep yang memberikan panduan secara lengkap dan mudah untuk dipahami. Skill memasak Anda tentunya kurang lengkap tanpa mencoba menu-menu baru yang berasal dari luar negeri. Lanjutkan Membaca

Dua Puluh Satu Juni

oleh

Butiran embun menetes terburu-buru menggenapi tanah yang dari semalam sudah basah. Hanya sebentar sebelum kemilau asa dari ufuk timur datang untuk menghilangkan sisa-sisa hujan semalam, sedikit demi sedikit menghangatkan sejuta keinginan. Aku menatap bumi melalui kaca yang terbingkai dari dalam kotak besi yang bergerak perlahan, menegangkan.  Aku tidak bisa tidak tersenyum setiap kali mengingat kata bijak itu. Pagi adalah sebuah berkah yang indah, tak masalah ia datang dalam cerah atau mendung karena bagaimanapun pagi adalah awal untuk memulai sesuatu yang disebut kehidupan. Pun dengan pagi ini, ketika aku akan memulai sebuah cerita panjang kehidupan.

Pukul enam tiga puluh tepat. Di bawah pohon beringin besar yang terbaris rapi –yang seolah dipaksa untuk tumbuh berdekatan burung-burung gereja berkicau riuh. Satu dua malah hinggap dekat trotoar pejalan kaki. Berloncat-loncatan saling menggoda pasangan. Aku memerhatikannya, terpesona melihat burung-burung yang sedang mabuk cinta. “Sudah siap??” kaca diketuk dari luar, orang yang entah siapa tak kukenal bertanya dengan ramah.  Aku menarik nafas dalam sekali, lalu tersenyum, ada jeda beberapa saat sebelum aku sempat untuk menjawab, kemudian kututup dengan anggukan kecil. Duhai, pagi ini sungguh akan menjadi luar biasa dan semoga saja semesta sudi untuk bekerja sama. Lanjutkan Membaca

Taman Lalu Lintas

oleh

Banyak sekali hal-hal indah nan menyenangkan yang terkenang di kehidupan medio 90-an. Untuk anda yang kebetulan pada masa itu tumbuh besar di Bandung, pastilah Taman lalu lintas menjadi salah satu bagian dari memori yang menyenangkan tersebut. Ia mengajarkan banyak hal : ilmu, kedisiplinan, tata krama dan banyak lagi yang tentu saja dibalut dengan permainan yang asik. Seperti kebanyakan anak di masa itu, saya menjadikan Taman lalu lintas sebagai salah satu tempat favorit, tempat yang mana akan membuat saya memaksa parah orang tua untuk mengajak saya kesana.

Seringkali orang tua dulu mengajarkan kita untuk bermain sambil belajar. Itulah yang saya alami setiap kali bermain disana. Hampir semua rambu dan petunjuk jalan yang saya ketahui saya pelajari di arena bermain Taman lalu lintas. Aih, rindu rasanya. Di awal Juni 2016, setelah hampir 15-20 tahun. Saya kemudian menginjakan lagi kaki kesana. Saya dibuat terkejut. Taman lalu lintas, tetaplah taman yang saya kenal dulu. Hampir tidak ada yang berubah, benar-benar hampir tidak ada yang berubah. Lanjutkan Membaca

Berakhir di Angka Empat

oleh

“Hati boleh bodoh, otak jangan!!” Entah mengapa dalam beberapa minggu terakhir kalimat itu selalu berkelebat dan menari-nari dalam pikiranku. Berawal dari ketika aku membaca sebuah tulisan karya Christian Simamora yang kubaca berulang-ulang. Apa pasal?? Boleh jadi aku begitu terhanyut kedalam isi cerita tulisan itu, seperti aku berada didalamnya. Beberapa bagian dari isi cerita itu menjadi lekat dan begitu mengganggu pikiranku karena isi cerita itu begitu mirip atau aku bilang sama persis dengan apa yang sedang aku rasakan. Apa mungkin aku bodoh? Ah, masak iya? Apa nilai-nilai yang aku dapat semasa 17 tahun mengeyam bangku pendidikan kurang cukup membuktikan kecerdasanku yang melebihi kebanyakan orang?

Ah, sudahlah apa gunanya membahas apa yang aku raih dulu. Itu telah berlalu, tak berbekas. Mulai kurunut lagi semua peristiwa yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Peristiwa yang membuatku sedih dan bahagia silih berganti. Ketika aku menjatuhkan hatiku pada apa yang sebenarnya tak pernah dapat kuraih. Mungkin dari sinilah kebodohanku berlanjut. Entah hati, entah otak sepertinya semua dibodohi oleh sesuatu yang kebanyakan orang menyebutnya cinta. Orang menjadi bodoh ketika jatuh cinta. Bukan bodoh, lebih tepatnya membiarkan dirinya menjadi bodoh. Aku salah satunya. Lanjutkan Membaca

Go to Top