Lomba

Langit Musik dan Apa Yang Baru Ia Bawa

Kereta api yang dijadwalkan datang jam satu siang ini masih belum jelas kabar beritanya, sedangkan Bandung sedang begitu menyebalkan –panas luar biasa. Ayolah, itu sudah cukup untuk merusak mood siapa saja yang sekarang ada di stasiun, jangan lupakan aku yang ada didalamnya. Banyak yang dilakukan orang-orang untuk mengusir rasa bosannya, lihatlah bapak tua itu yang sedari tadi mengutuk PJKA perihal keterlambatan kereta itu tadi, ada juga sekelompok ibu yang sedang asik bercerita tentang entahlah apa, atau gerombolan pemuda nanggung yang sedang asik bermain kartu. Sedangkan aku, ditemani headphone besar yang merusak tatanan rambut yang kubelah ditengah. Siang itu, untuk melepas penat aku bersama Bon Jovi yang sedari tadi bernyanyi di walkman kecilku, satu album, dua side –A dan B , dan kuputar berulang-ulang.

Jika saja pada kenyataannya Jon Bon Jovi dipaksa untuk bernyanyi selama itu, tak peduli seberapa bagusnya suaranya, boleh jadi esok lusa dia putus pita suara. Lanjutkan Membaca …

Most Commented

Anak Kecil Itu

Suatu hari, pagi datang dengan sebagaimana mestinya. Embun yang beberapa waktu sebelumnya berjatuhan, memberikan nuansa sejuk pada pagi, kini telah digantikan cahaya … Lanjutkan Membaca ...

Kupu-Kupu Malam

Ia berdiri di dalam hujan yang berjatuhan perlahan, bersandar pada sebatang tiang dengan lampunya yang mulai padam. Ia, wanita itu, hanya menatap … Lanjutkan Membaca ...

Langit Musik dan Apa Yang Baru Ia Bawa

oleh

Kereta api yang dijadwalkan datang jam satu siang ini masih belum jelas kabar beritanya, sedangkan Bandung sedang begitu menyebalkan –panas luar biasa. Ayolah, itu sudah cukup untuk merusak mood siapa saja yang sekarang ada di stasiun, jangan lupakan aku yang ada didalamnya. Banyak yang dilakukan orang-orang untuk mengusir rasa bosannya, lihatlah bapak tua itu yang sedari tadi mengutuk PJKA perihal keterlambatan kereta itu tadi, ada juga sekelompok ibu yang sedang asik bercerita tentang entahlah apa, atau gerombolan pemuda nanggung yang sedang asik bermain kartu. Sedangkan aku, ditemani headphone besar yang merusak tatanan rambut yang kubelah ditengah. Siang itu, untuk melepas penat aku bersama Bon Jovi yang sedari tadi bernyanyi di walkman kecilku, satu album, dua side –A dan B , dan kuputar berulang-ulang.

Jika saja pada kenyataannya Jon Bon Jovi dipaksa untuk bernyanyi selama itu, tak peduli seberapa bagusnya suaranya, boleh jadi esok lusa dia putus pita suara. Lanjutkan Membaca …

Disparitas dan Isi Kepala Suami Idaman

oleh

Hal yang paling mengusik hari-hari manusia adalah berpikir. Ketika hendak bepergian, kita berpikir tentang tujuan, rute, transportasi, dan biaya. Atau ketika ingin makan pun kita juga memikirkan soal jenis makanan, rasa, porsi, dan biaya. Bahkan hal sederhana seperti ngupil juga berangkat dari pertimbangan waktu, tempat, dan metode pencukilan upil itu sendiri. Berpikir itu sendiri merupakan aktivitas yang menyatukan ide-ide menjadi keputusan. Kita menyatukan ide “lampu merah” dan ide “berhenti” menjadi keputusan untuk menghentikan laju kendaraan saat lampu merah menyala. Nilai proposisi di sini hanya dua, benar atau salah. Keputusan berhenti saat lampu merah menyala adalah benar. Sedangkan menerabas lampu merah adalah salah. Nah, jadi tidak mungkin muncul pilihan ketiga, seperti berhenti sekaligus menerabas lampu merah. Lanjutkan Membaca …

(Mencoba) Berkumpul Bersama Penulis

oleh

Pepatah bijak mengatakan : pribadi kita sangat bergantung kepada lingkungan tempat kita banyak berinteraksi. Entahlah seperti apa tepatnya pepatah itu diucapkan. Tapi satu yang patut kiranya untuk digaris bawahi, dan saya teramat setuju olehnya, adalah betul bahwa lingkungan, lingkaran pertemanan yang kita miliki amat sangat memengaruhi kehidupan keseharian kita. Pernah kita dengar sebuah wacana jika kita sering bergaul dengan penjual parfum, wangi parfum tersebut akan juga melekat pada kita. Atau jika kita sering bergaul dengan orang pintar, boleh jadi akan banyak ilmu bermanfaat yang bisa kita terima. Lalu, apa yang terjadi jika kita, atau saya, bergaul dengan banyak sekali penulis? Lanjutkan Membaca …

Kotaku di Waktu itu

oleh

Dan kemudian aku pun tertawa sedemikian riang bersama mereka, teman-temanku, dengan kemampuan sepeda yang amat terbatas sedang melaju adu cepat. Suara gelas bekas air mineral kemasan yang disimpan di antara ban dan batangnya terdengar begitu khas. Orang-orang yang kami lewati di sepanjang perjalanan hanya bisa menggeleng, menertawakan keseruan yang kami buat. “Yeah, aku menang,” Aris pemilik sepeda berwarna ungu sampai duluan “lambat sekali kalian” ia menambahkan setelah dua orang temannya sampai, satu setengah menit kemudian. “Kau curang, kan perjanjiannya tidak boleh lewat jalan pintas!” Irpan protes kepada Aris. Yang dijawab hanya dengan ‘hehe’ dan satu garukan pada kepalanya yang tidak gatal. “Sudahlah, tidak ada hadiahnya bukan? Ngapain berantem, sih. Apa kita langsung turun aja, nih?” sambil tersenyum, aku, anak kecil terakhir yang tiba memberikan sebuah gagasan. Lanjutkan Membaca …

Surat Dari Si Penyihir Malas

oleh

Pukul 10 malam. Laju  kapal membelah kegelapan sunyi di antara kota San Fernando dan Tigre. Buih air yang tercipta dari laju lambat kapal bertuliskan Nueva Cristina bergantian mengisi suara dengan binatang malam tepi sungai. Ada yang berbeda malam itu jika dibandingkan dengan malam yang lain. Tak terlihat penumpang yang biasanya merupakan pasangan duduk berhadapan di atas meja kecil dengan penerangan lilin di tengah dua pasang bola mata yang berhadapan. Malam itu pun laju kapal jauh lebih lambat dari yang biasanya terlihat. Mungkin hanya semburat bayangan lampu kapal di air yang terlihat normal seperti biasanya. Lily dan Ricardo, yang merupakan pasangan yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi dan tersaji di atas kapal, tak terlihat sibuk seperti biasanya. Mereka tak hilir mudik membawakan hidangan special ataupun botol anggur dari tahun 1980 buatan Prancis ke meja kecil di bagian atas kapal. Tak ada pasangan malam itu. Tak ada dua insan yang sengaja memesan tempat demi sebuah makan malam romantis di atas Barco Nueva Cristina. Lanjutkan Membaca …

Go to Top